Share

Zulhas Bakal Cabut Kebijakan Eks Mendag Lutfi soal DMO dan DPO Sawit

Shelma Rachmahyanti, MNC Media · Jum'at 22 Juli 2022 11:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 22 320 2634321 zulhas-bakal-cabut-kebijakan-eks-mendag-lutfi-soal-dmo-dan-dpo-sawit-CCBcrIXyb4.jfif Mendag Bakal Cabut Kebijakan DMO dan DPO Sawit. (Foto: Okezone.com/Kemenkop)

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan berencana menghapus kebijakan yang dulu dikeluarkan mantan Mendag M Lutfi. Kebijakan tersebut soal Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO).

Zulhas mengatakan, mencabut aturan Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO) demi mengerek harga TBS kelapa sawit.

Baca Juga: Mendag Ungkap Penyebab Harga Tandan Buah Segar Sawit di Bawah Rp2.000/Kg

"Saya pertimbangkan DMO DPO tidak perlu lagi, kami pertimbangkan agar ekspor bisa cepat," ungkapnya, Jumat (22/7/2022).

Namun, Mendag akan lebih dulu bertemu dengan pengusaha sawit untuk membahas hal ini dan meminta komitmen untuk mengutamakan kebutuhan di dalam negeri meski DMO DPO nantinya akan dihapus.

"Saya lagi pertimbangkan, saya lagi bertemu dengan teman-teman pengusaha untuk meminta komitmen mereka," pungkas Mendag Zulhas.

Baca Juga: Mendag Ungkap Ada Stok Minyak Goreng 570 Juta Liter

Di sisi lain, dirinya sudah menyiapkan cara untuk menjalankan penuh perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menaikkan harga tandan buah segar (TBS) Kelapa Sawit menjadi Rp2.000 ribu per kg.

Komitmen untuk menjalankan perintah Presiden Jokowi sendiri disampaikan Zulhas begitu seusai melakukan sidak meninjau harga barang kebutuhan pokok di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor.

"Tugas saya sekarang itu dan menteri-menteri lain diperintah pak presiden agar bekerja keras lakukan segala upaya agar TBS harus bisa di atas Rp2.000 per kg," kata Mendag Zulhas.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Sistem Penyaluran BLT BBM yang Dijalankan Sudah Bagus

Kemendag telah melakukan beberapa langkah untuk menaikkan harga TBS sawit. Pertama, menghapus pungutan ekspor sawit hingga akhir Agustus 2022. Kedua, penambahan jatah ekspor sawit dari 1 banding 5 menjadi hampir 1 banding 9.

"Jadi pengali ekspornya, kalau dulu kan 1 banding 5, sekarang hampir 1 banding 9. Jadi kalau sudah penuhi sawit 1.000 ton bisa ekspor 8.400 ton," katanya Zulhas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini