JAKARTA - PT Madusari Murni Indah Tbk (MOLI) menargetkan untuk bisa meraih keuntungan hingga akhir tahun 2022.
Berdasarkan laporan keuangan, MOLI masih mencatatkan kerugian sebesar Rp1,02 miliar sepanjang kuartal I-2022 atau menyusut 92,2% dari kerugian di periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp13,13 miliar.
Sementara itu, penjualan perseroan juga mengalami penurunan sebesar 19,9% menjadi Rp355,27 miliar dari sebelumnya sebesar Rp443,50 miliar.
BACA JUGA:Harga Minyak Bimoli, Fortune hingga Tropical Turun, Cek Ya Bunda!
Produk etanol masih menjadi kontributor utama pendapatan perseroan dengan menyumbang sebesar Rp318,36 miliar, turun dari sebelumnya sebesar Rp411 miliar.
Kemudian, produk karbondioksida menyumbang sebesar Rp16,21 miliar, naik dari sebelumnya sebesar Rp15,90 miliar, produk pupuk juga mengalami kenaikan menjadi Rp13,45 miliar dari sebelumnya sebesar Rp11,81 miliar, dan produk lainnya tercatat sebesar Rp7,24 miliar.
"Tahun ini sudah ada beberapa negara yang kita penetrasi, seperti Thailand dan Vietnam. Selain itu, kita juga akan fokuskan ke beberapa negara-negara ASEAN dan Asia," kata Direktur MOLI Donny Winarno dalam paparan publik, Senin (25/7/2022).
Manajemen perseroan menjelaskan bahwa, permintaan pasar masih tetap tingggi semenjak awal pandemi.
Meningkatnya kesadaran gaya hidup yang lebih higienis juga mendorong konsumsi hand sanitizer, desinfektan dan antiseptik.
Selain itu, relaksasi pembatasan mobilitas masyarakat tahun yang mulai diberlakukan juga mendoroong pemulihan di pasar utama lainnya, seperti kosmetik.
"Kami belum ada target angka pendapatan dan laba hingga akhir tahun ini. Saat ini kami hanya fokus untuk membalikkan kerugian," pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.