Share

Lewat IKD, OJK Dorong Inovasi di Sektor Keuangan

Shelma Rachmahyanti, MNC Media · Kamis 28 Juli 2022 11:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 28 320 2637705 lewat-ikd-ojk-dorong-inovasi-di-sektor-keuangan-ZP5VrFqcE7.png OJK Dorong Inovasi Keuangan Digital. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong inovasi sector keuangan. Di mana hal ini diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan NO13/POJK.02/2018.

Inovasi Keuangan Digital (IKD) yang dimaksudkan sebagai aktivitas pembaruan proses bisnis, model bisnis, dan instrumen keuangan yang memberikan nilai tambah baru di sektor jasa keuangan dengan melibatkan ekosistem digital melalui regulatory sandbox.

Sementara, klaster transaction authentication adalah berisi pemain yang menyediakan platform yang membantu menyediakan jasa identifikasi dan verifikasi nasabah menggunakan data alternatif.

Baca Juga: Literasi Keuangan Masyarakat Belum Maksimal, Kenapa?

Klaster ini adalah salah satu dari lima belas klaster inovasi keuangan digital (IKD) yang saat ini dicatat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Direktur Eksekutif Grup Inovasi Keuangan Digital OJK Triyono Gani pun mengapresiasi kerjasama PT Brick Teknologi Indonesia (Brick) telah tercatat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai salah satu perusahaan prototype layanan Inovasi Keuangan Digital (IKD).

Baca Juga: OJK Beberkan 5 Tantangan Metaverse, Keamanan Data hingga Serangan Siber

OJK mencatat Brick dalam mengikuti seluruh proses IKD OJK yang telah berjalan hingga akhir. Dengan demikian, OJK member restu Brick sebagai salah satu IKD tercatat yang dapat berpartisipasi di OJK regulatory sandbox.

“Saya mengapresiasi teman-teman yang bersedia untuk bekerjasama dalam mengikuti proses IKD OJK ini. Karena terus terang saja tanpa adanya tindakan kooperatif atau kerjasama, tidak mungkin teman-teman akan sampai di tahap yang penting ini dan mampu berpartisipasi di OJK regulatory sandbox,” ungkap Triyono, Kamis (28/7/2022).

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Sementara itu, CEO & Co-Founder Brick Gavin Tan mengatakan, dengan layanan transaction authentication and verification yang disediakan Brick, lembaga jasa keuangan seperti perbankan, BPR/BPD, multifinance dan P2P lending dapat melakukan identifikasi dan verifikasi nasabah secara digital menggunakan sumber data alternatif. Hal ini membantu mempercepat proses know-your-customer (KYC) tanpa harus bertemu dengan nasabah secara tatap muka.

“Penerapan inovasi keuangan digital seperti Brick perlu terus didorong mengingat tingkat inklusi keuangan di Indonesia pada 2021 baru mencapai 83.6% sedangkan pemerintah menargetkan inklusi keuangan 90% pada tahun 2024,” katanya.

Dengan tercatatnya Brick, maka layanan dan model bisnis yang ditawarkan Brick akan diawasi penuh oleh OJK. Artinya, Brick akan memberikan jaminan keamanan dan perlindungan data konsumen yang lebih tinggi terhadap mitra dan konsumen akhir yang menggunakan layanannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini