Di mana langkah ini datang setelah produsen pesawat terbesar di dunia ini dihadapkan pada tantangan dalam penyerahan pesawat baru akibat kesulitan menyelesaikan mesin pesawat ditambah dengan kurangnya jumlah suku cadang yang tersedia.
Kemudian, masalah lain juga melanda perusahaan tersebut seperti kesulitan dalam merekrut kembali staf untuk sektor manufaktur pesawat menyusul PHK yang terjadi selama pandemi Covid-19.
Sebagai informasi, Airbus tetap mencatat keuntungan pada 2022 sebesar 1,382 miliar Euro, yang merupakan penurunan sebesar 31% akibat menurunnya penjualan sebesar 10%.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.