Share

Cara Erick Thohir Kurangi Utang PLN Rp500 Triliun

Feby Novalius, Okezone · Sabtu 30 Juli 2022 16:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 30 320 2639168 cara-erick-thohir-kurangi-utang-pln-rp500-triliun-vMwjFHQH4r.jpg Utang PLN Capai Rp500 Triliun. (Foto: Okezone.com/PLN)

JAKARTA - PT PLN (Persero) mencatat utang Rp500 triliun. Namun pada awal 2021 utang tersebut turun menjadi Rp450 triliun. Kemudian turun lagi Rp430 triliun di awal 2022.

Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan, penurunan utang PLN disebabkan adanya pemangkasan atau pengurangan belanja modal atau capital expenditure (Capex) hingga di angka 25-50%.

baca Juga: 50% Tambahan Kapasitas Pembangkit Listrik Berasal dari Energi Terbarukan di 2030

Erick optimis utang BUMN di sektor kelistrikan itu akan terus dikurangi melalui sejumlah langkah efisiensi.

"Ketika kita melihat utang PLN sampai Rp500 triliun, apa langkah-langkah yang kita ambil? Capex PLN harus dikurangi sampai 25%, bahkan 50%. Alhamdulillah terjadi pengurangan utang angkanya sampai Rp20 triliun hingga Rp30 triliun. Artinya apa? Bisa kok kita mau efisien, kita ini manja aja," ungkap Erick Sabtu (30/7/2022).

Erick menyebut utang PLN membengkak saat perseroan mempercepat investasi ketenagalistrikan beberapa tahun belakangan atau sebelum dirinya menjadi orang nomor satu Kementerian BUMN.

Baca Juga: PLN Blakblakan Pensiunkan PLTU Batu Bara

Penggalakan investasi di sektor ketenagalistrikan tersebut dilakukan manakala pertumbuhan ekonomi dalam negeri, khususnya pertumbuhan industri, berjalan begitu pesat. Kondisi inilah yang mendorong PLN membangun sejumlah proyek kelistrikan.

Salah satunya, Proyek Pembangkit Listrik 35.000 megawatt (MW). Hingga Agustus 2021, proyek ini baru mendekati 30% dengan 10.469 MW yang telah dilakukan commercial operation date (COD).

"Seperti dibilang utang PLN Rp500 triliun, kita bukan saling menyalahkan, Indonesia pada saat itu dengan pertumbuhan yang tinggi, kita memerlukan investasi percepatan ketenagalistrikan. Ingat pernah punya program 35.000 Watt, karena industri kita naik," ungkap Erick.

Erick mengaku utang PLN senilai Rp500 triliun merupakan utang lancar (current liabilities). Fokusnya saat ini melakukan langkah penyehatan agar perusahaan bisa menjaga cash flow-nya.

Dia pun berharap langkah PLN bisa diikuti perusahaan pelat merah lain yang saat ini masih terbebani utang jumbo. Caranya, fokus pada pekerjaannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini