Share

Polemik Beli Pertalite Wajib Pakai MyPertamina, Erick Thohir: Jangan Disalahartikan

Suparjo Ramalan, iNews · Sabtu 30 Juli 2022 16:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 30 320 2639174 polemik-beli-pertalite-wajib-pakai-mypertamina-erick-thohir-jangan-disalahartikan-iXuemYFCoK.jfif Beli Pertalite dan Solar Harus Daftar. (Foto: Okezone.com/Pertamina)

JAKARTA - MyPertamina menuai polemik setelah kewajiban pendaftaran untuk membeli BBM subsidi, Pertalite dan Solar. Kebijakan tersebut rencananya berlaku 1 Agustus 2022.

Merespon hal tersebut, Menteri BUMN Erick Thohir menilai masyarakat Indonesia 'doyan' berpolemik. Pernyataan Erick sejalan dengan sejumlah pernyataan berdimensi pro dan kontra yang kerap dilontarkan di media massa dan platform media sosial.

Sebelum MyPertamina, polemik masyarakat menyasar aplikasi PeduliLindung yang diberlakukan pemerintah pada Agustus 2020 lalu.

Saat ini, poin yang disoroti dari aplikasi besutan PT Telkom Indonesia Tbk itu adalah tuduhan mengenai dugaan pelanggaran privasi. Polemik ini setelah Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menuduh adanya potensi pelanggaran privasi dalam layanan PeduliLindung.

Baca Juga: Daftar Harga Pertalite hingga Pertamax 30 Juli 2022, Cek Ada yang Naik

"Bangsa kita senang dengan polemik, waktu kita meluncurkan PeduliLindungi bulan Agustus 2020 kalau gak salah, semua ribut kenapa sih Covid musti register, padahal itukan perlindungan. PeduliLindungi semua diributin ternyata itu salah satu penyelamat bagaimana kita bisa menekan Covid," ungkap Erick, Sabtu (30/7/2022).

Pada awal Juli tahun ini, polemik seputar MyPertamina mencuat setelah Pertamina akan memberlakukan kebijakan baru perihal akses pembelian BBM bersubsidi berupa Pertalite dan Solar subsidi.

Di mana, mereka yang memenuhi syarat dan ingin membeli kedua jenis bahan bakar tersebut harus menggunakan MyPertamina untuk bertransaksi. Caranya dengan melakukan pendaftaran terlebih dulu, lalu memindai QR Code sebelum membeli BBM jenis Pertalite dan Solar bersubsidi yang ada di SPBU.

Baca Juga: Bisa Pertalite Mulai Diatur 1 Agustus 2022 Batal?

Keluhan itu, salah satunya ditumpahkan lewat rating buruk di toko aplikasi Google Play Store untuk pengguna ponsel Android. Pada Juli lalu, rating rata-rata MyPertamina adalah 1.3 dari 5 bintang dengan total 217.000 ulasan. Bandingkan dengan aplikasi Shell Asia yang mendapatkan rating 4.8 dari 5 bintang dengan 10.000 ulasan.

Melihat hal tersebut, Erick menegaskan bahwa tujuan Pertamina memberlakukan aturan baru ihwal akses pembelian BBM bersubsidi agar tepat sasaran. Pasalnya, masih banyak orang kaya yang dengan sengaja menggunakan Pertalite dan Solar bersubsdi.

"Jadi jangan disalahartikan seakan-akan MyPertamina ini untuk kepentingan lain, gak kok ini," kata dia.

Erick mengklaim Telkom Indonesia telah sukses membuat aplikasi PeduliLindung, dan kini dipercaya Pertamina untuk mematangkan MyPertamina untuk penyaluran BBM subsidi. Dia pun mengakui tidak ada yang sempurna atas kebijak yang dimaksud, hanya saja pihaknya akan terus melakukan evaluasi secara berkala.

"Telkom sudah sukses melakukan PeduliLindungi didukung semua kementerian, Kemendagri, Kemenkes, dan lain-lain. Sekarang kenapa Pertamina gak sinergi dengan Telkom untuk memperbaiki MyPertamina, supaya apa? Tepat sasaran. Yang memang tidak disubsidi jangan memakai BBM subsidi, evaluasi terus dilakukan, tidak ada yang sempurna, kita terus dorong," tutur dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini