Share

Kalbe Farma (KLBF) Raup Laba Bersih Rp1,63 Triliun di Semester I-2022

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Minggu 31 Juli 2022 17:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 31 278 2639372 kalbe-farma-klbf-raup-laba-bersih-rp1-63-triliun-di-semester-i-2022-QR7nzRz3rx.JPG Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)

JAKARTA - PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dan entitas anak membukukan laba bersih sebesar Rp1,63 triliun di semester I-2022.

Realisasi itu meningkat 9,32% dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp1,49 triliun.

Pertumbuhan laba dipicu peningkatan pendapatan perusahaan farmasi tersebut.

 BACA JUGA:Naik 6,8%, Telkom Catat Laba Rp13,31 Triliun

KLBF membukukan penjualan mencapai Rp13,87 triliun, atau naik 12,15% dari paruh pertama tahun 2021 sebesar Rp12,37 triliun.

Pasar domestik memberi kontribusi terbesar atas produk farmasi perseroan senilai total mencapai Rp13,28 triliun. Sebagian besar diserap melalui segmen distribusi dan logistik. Sementara pasar ekspor memberi kontribusi pemasukan senilai Rp645,99 miliar, dan diserap terbanyak oleh penjualan obat resep.

Kinerja setengah tahun pertama ini membuat KLBF mencatatkan laba bersih per saham sebanyak Rp35,11, dari periode sama tahun lalu sebesar Rp31,94, dikutip dari laporan keuangan KLBF di keterbukaan informasi, Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Sabtu (30/7/2022).

Kenaikan pendapatan mendongkrak beban pokok penjualan menjadi Rp8,07 triliun di semester I/2022, alias meningkat dari Rp6,97 triliun pada semester awal tahun lalu.

Sejumlah biaya yang meningkat antara lain bahan baku dan kemasan, upah buruh, dan biaya pabrikasi.

Dari segei beban penjualan, biaya promosi juga tampak mengalami kenaikan menjadi Rp1,07 triliun. Adapun gaji, upah, dan kesejahteraan karyawan juga meningkat total mencapai Rp753,48 miliar.

Per 30 Juni 2022, KLBF membukukan total aset sebesar Rp25,26 triliun, lebih rendah 1,57% dibandingkan akhir 2021 senilai Rp25,66 triliun. Kewajiban pembayaran utang atau liabilitas bertambah 3,01% menjadi Rp4,53 triliun, sedangkan modal atau ekuitas perseroan menyusut 2,52% sebesar Rp20,72 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini