Share

Proyek Kereta Cepat Indonesia vs Malaysia-Singapura, Mereka Mandek Kita Jalan Terus!

Feby Novalius, Okezone · Senin 01 Agustus 2022 18:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 01 320 2640200 proyek-kereta-cepat-indonesia-vs-malaysia-singapura-mereka-mandek-kita-jalan-terus-ugSP2Lam1x.jpg Beda Kereta Cepat RI dengan Malaysia. (Foto: Okezone.com/KCIC)

JAKARTA - Indonesia tetap melanjutkan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung hingga saat ini. Keputusan ini berbeda dengan yang diambil Malaysia, saat memutuskan menghentikan proyek kereta cepatnya bersama Singapura.

Malaysia tentu rugi karena telah mengeluarkan biaya hingga USD102,8 juta ke Singapura sebagai penyelesaian atas pembatalan High Speed Rail (HSR) Kuala Lumpur-Singapura.

Baca Juga: 5 Fakta Kereta Cepat, Beroperasi 2023 hingga China Minta RI Tanggung Pembengkakan Biaya Proyek

Namun pada 31 Desember 2022, kedua negara sepakat membatalkan proyek HSR. Di mana proyek tersebut diperkirakan menelan biaya USD17 miliar. Kedua negara, Malaysia dan Singapura secara aklamsi menyepakati besaran ganti rugi setelah Pemerintah Malaysia menyelesaikan proses verifikasi,

Adapun jallur kereta api yang akan dibangun sepanjang 350 km dan akan mempersingkat waktu perjalanan antara Singapura dan Kuala Lumpur menjadi 90 menit. Demikian dilansir dari Railway Technology, Senin (1/8/2022).

Baca Juga: Menhub Libatkan Mahasiswa Review Operasi Kereta Cepat dan LRT Jabodebek

Keputusan Malaysia berbeda dengan Indonesia. Bahkan yang paling jadi sorotan di proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung adalah, China meminta Indonesia menanggung pembengkakan biaya konstruksi atau cost over run untuk pengerjaan kereta cepat Jakarta-Bandung masih menjadi pembahasan berlanjut oleh pemerintah.

Hal ini karena mitra pembangunan kereta cepat yaitu China Development Bank (CDB) meminta agar pembengkakan biaya ditanggung oleh pemerintah.

"Terkait hal ini, teman-teman dari Kemenkeu baru membahas yang merupakan bagian kewajiban kita untuk kontribusi dalam pembangunan, bukan cost of run," ujar Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo.

Namun, dia optimis bahwa proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) dapat dioperasikan di 2023, meskipun sempat dikabarkan proyek ini molor karena menipisnya dana akibat pembengkakan biaya konstruksi.

"Pihak kami bersama Kemenkomarves terus melakukan monitoring secara ketat untuk pengerjaan proyek kereta cepat. Sebagian besar konstruksi kereta cepat Jakarta-Bandung sudah selesai dikerjakan," ujar Wahyu.

Saat ini, yang tersisa adalah mengerjakan depo atau tempat untuk menyimpan dan tempat untuk melakukan perawatan rutin kereta api serta merupakan tempat untuk melakukan perbaikan ringan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini