JAKARTA - Grup Astra menambah porsi kepemilikan saham sebagai investor Arkora Hydro lewat mekanisme proses IPO.
Dikutip Harian Neraca, baru-baru ini muncul kabar Grup Astra akan menambah porsi kepemilikan saham di emiten berkode saham ARKO tersebut.
Namun, Head of Corporate Communication Astra International, Boy Kelana Soebroto menolak memberi komentar soal kabar tersebut.
"Saat ini kami belum bisa memberikan komentar terkait hal tersebut." ujar Boy.
BACA JUGA:Astra International (ASTRA) Cetak Laba Rp18,2 Triliun, Meroket 106%
Adapun Presiden Direktur Astra International Djony Bunarto Tjondro menyebut perusahaan berencana menjajaki peluang bisnis baru di lima sektor usaha, antara lain di sektor kesehatan, digital dan teknologi, jasa keuangan, pertambangan non-batubara atau energi terbarukan, dan logistik.
Dia mengatakan ada tiga pertimbangan perseroan dalam menentukan sektor usaha yang berpotensi menjadi bisnis baru yakni, perseroan melihat sektor bisnis baru tersebut sesuai dengan visi dan misi jangka panjang perseroan. Kemudian, bagaimana perseroan bisa berkontribusi langsung pada sektor bisnis tersebut. Terakhir, bagaimana kultur dari perusahaan yang akan menjadi lini bisnis baru perseroan.
Sehingga membuat Grup Astra mulai merambah ke bisnis kesehatan dengan membeli 30 juta saham PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) dengan nilai investasi Rp 45 miliar pada awal April lalu. "Pembelian saham Hermina adalah langkah awal.
"Pembelian saham Hermina adalah langkah awal. Sebenarnya banyak yang sudah kami kaji, bukan hanya RS (rumah sakit), kami juga melakukan kajian di seluruh sub-sektor kesehatan," pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.