“Jadi sudah ada sistem yang memungkinkan pengiriman ekspor kopi kita lebih efisien, (namun) hal-hal seperti itu kurang diperhatikan. Sekarang, kita akan coba kerja sama dengan para agregator dan eksportir, termasuk juga perwakilan-perwakilan dagang atau agen dari importir yang ada di Indonesia,” ungkap dia.
Dengan berbagai upaya tersebut, Teten mengharapkan Bali bisa menjadi pusat perdagangan internasional di Indonesia. Harapan itu didukung kebijakan pemerintah yang menjadikan Bali sebagai pusat ekspor wilayah timur melalui fasilitas Smesco Hub Timur.
“Kita dorong Bali jadi pusat perdagangan internasional Indonesia seperti Singapura, padahal kan sebenarnya (Singapura) tidak punya apa-apa, tetapi kenapa bisa menjadi pusat perdagangan. Swiss juga sama (mengingat negara itu) tidak punya pelabuhan, tapi semua perusahaan dunia seperti supplier pangan dan lain sebagainya ada dua ribu di Swiss,” ucap Menkop UKM.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.