Share

Cerita Mendag Jadi Idola Ibu-Ibu, Padahal Dulu Sering Kena Omel Gegara Harga Minyak Goreng

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Kamis 11 Agustus 2022 10:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 11 320 2645833 cerita-mendag-jadi-idola-ibu-ibu-padahal-dulu-sering-kena-omel-gegara-harga-minyak-goreng-LAqOy6klRx.jfif Mendag Zulkifli Hasan Sidak Pasar. (Foto: okezone.com/Kemendag)

JAKARTA - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengaku sering dimarah-marahi ibu-ibu saat melakukan kunjungan ke pasar rakyat. Namun, setelkah Katanya, saat ini sudah disenangi emak-emak karena harga minyak goreng di pasaran sudah terkendali.

"Rata-rata saya kalau di pasar selalu diserbu sama emak-emak. Dari (mereka) yang marah-marah sekarang (saya) jadi idola," ujarnya di live Instagram @tantelala_punyacerita, dikutip Kamis (11/8/2022).

Baca Juga: 55 Hari Kerja Jadi Mendag, Zulhas: Minyak Goreng Bisa Dikendalikan

Diketahui sebelumnya, saat harga minyak goreng melambung di pasaran berbulan-bulan, membuat para ibu rumah tangga resah. Namun, kini tidak, karena Kementerian Perdagangan telah mengeluarkan program minyak goreng curah rakyat dengan merek MINYAKITA yang bisa dibeli sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah yakni Rp 14.000 per liter.

Bahkan, ia bersama jajarannya juga akan mengirimkan MinyaKita ini ke Papua dan Maluku agar para ibu rumah tangga di sana juga bisa merasakan kesejahteraan memperoleh minyak goreng dengan harga yang murah.

Baca Juga: Mendag: 1.000-3.000 Ton Minyakita Didistribusikan ke Papua dan Maluku

"MinyaKita akan saya kirimkan ke Maluku dan Papua. Jadi sekarang saya bersyukur harga-harga sudah mulai terkendali. Kemudian, ini bisa buat ibu-ibu tenang, ada harapan, tentram meski harga sedikit lebih mahal tapi sudah jauh turun dari sebelumnya," kata Mendag Zulhas.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Dia pun berpesan, apabila emak-emak memiliki keluhan mengenai minyak goreng, bisa langsung komplain kepada dirinya melalui crisis center Kementerian Perdagangan.

"Kalau ada keluhan, nanti ibu-ibu bisa komplain langsung ke Menteri Perdagangan. Kami mempunyai crisis center. Di situ bisa protes, bisa marah, sehingga kami bisa mengambil langkah-langkah yang tepat," ucap Zulhas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini