Share

PP London Sumatra (LSIP) Raup Laba Rp549 Miliar di Semester I-2022

Cahya Puteri Abdi Rabbi, Jurnalis · Jum'at 12 Agustus 2022 21:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 12 278 2646966 pp-london-sumatra-lsip-raup-laba-rp549-miliar-di-semester-i-2022-WVtPiPYKLN.jpg Saham LSIP (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) mencatatkan pertumbuhan laba periode berjalan pada semester I 2022 sebesar 9%. Emiten perkebunan sawit ini membukukan laba sebesar Rp 549 miliar dari sebelumnya Rp 501 miliar.

Sementara itu, angka penjualan perseroan mengalami penurunan sebesar 6% dari sebelumnya Rp 2,17 triliun menjadi Rp 2,04 triliun. Produk minyak kelapa sawit (MKS) menyumbang pendapatan sebesar Rp 1,57 triliun.

Kemudian, penjualan inti sawit dan produk terkait sebesar Rp 315,23 miliar, produk karet menyumbang sebesar Rp 88,90 miliar dan pendapatan produk lainnya tercatat sebesar Rp 70,33 miliar.

Adapun, penurunan pendapatan perseroan di enam bulan pertama tahun ini disebabkan oleh penurunan volume penjualan produk sawit, yang sebagian diimbangi oleh kenaikan harga jual rata-rata produk sawit.

Dari sisi produksi, perseroan mencatatkan penurunan produksi tandan buah segar (TBS) sebesar 18% menjadi 505 ribu ton dari sebelumnya 616 ribu ton pada periode yang sama tahun 2021. Penurunan tersebut merupakan dampak cuaca yang tidak mendukung kegiatan peremajaan tanaman perseroan.

Seiring dengan penurunan produksi TBS inti dan eksternal, total produksi CPO ikut turun sebesar 23% menjadi 127 ribu ton dari sebelumnya sebanyak 164 ribu ton.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Presiden Direktur LSIP Benny Tjoeng mengatakan, perseroan mampu meraih kinerja positif di tengah berbagai tantangan pada sektor agribisnis, terutama seiring kenaikan harga jual rata-rata produk sawit, serta upaya dalam pengendalian biaya dan efisiensi.

Ia menyampaikan, saat ini perseroan berupaya untuk terus memperkuat posisi keuangan, mengendalikan biaya dan efisiensi, juga meningkatkan produktivitas.

"Serta memprioritaskan belanja modal, terutama pada kegiatan peremajaan kelapa sawit dan infrastruktur. Kami juga berfokus pada praktik-praktik agrikultur secara berkelanjutan," kata Benny dalam keterangan resminya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini