Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

6 Fakta Sri Mulyani 'Teriak' Minta Pertalite Dikendalikan, Khawatir APBN Jebol

Feby Novalius , Jurnalis-Sabtu, 13 Agustus 2022 |20:09 WIB
6 Fakta Sri Mulyani 'Teriak' Minta Pertalite Dikendalikan, Khawatir APBN Jebol
Kuota Pertalite Kian Menipis. (Foto: Okezone.com/Pertamina)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta supaya penyaluran BBM subsidi jenis Pertalite dikendalikan. Hal ini terkait dengan kuota BBM subsidi yang kian menipis dan tidak cukup sampai akhir tahun ini.

Jika kuota BBM subsidi ditambah, keuangan negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) semakin besar alokasinya. Di mana subsidi energi untuk BBM sudah keluar Rp502 triliun tahun ini.

Baca Juga: Kuota Pertalite Menipis, Masyarakat Diminta Hemat BBM

Okezone pun merangkum fakta-fakta menarik terkait permintaan Sri Mulyani soal pengendalian Pertalie, kuota menipis hingga masyarakat disuruh berhemat, Sabtu (13/8/2022):

1. Pertamina Tolong Kendalikan Pertalite dan Solar

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meminta PT Pertamina (Persero) untuk segera mengendalikan konsumsi BBM, terutama BBM jenis RON 90, atau Pertalite, dan juga BBM Solar subsidi.

Baca Juga: Kuota Pertalite Bakal Ditambah 5 Juta KL, Subsidi BBM Makin Bengkak

2. APBN Bisa Jebol

Adapun permintaan ini karena Sri tidak ingin APBN yang selama ini menjadi shock absorber kemudian jebol karena tekanan yang ada saat ini.

"Anggaran subsidi untuk Pertalite dan solar subsidi itu, kita akan menghadapi tekanan dari perubahan nilai tukar dan deviasi harga minyak serta volume yang meningkat. Makanya saya minta Pertamina untuk mengendalikan konsumsinya, ini supaya APBN tidak mengalami tekanan tambahan," ungkap Sri Mulyani.

3. Konsumsi Pertalite

Tercatat, konsumsi BBM jenis Pertalite hingga Juli 2022 sudah mencapai taraf mengkhawatirkan. Angkanya sudah menembus 16,8 juta Kilo Liter (KL) dari kuota yang ditetapkan tahun ini yakni 23 juta KL. Sehingga, kuota BBM Pertalite tersisa hanya sebanyak 6,2 juta KL

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement