Share

Jokowi ke Pengusaha: Jangan Kaget Saya Stop Ekspor Bauksit dan Tembaga

Anggie Ariesta, Jurnalis · Selasa 23 Agustus 2022 10:51 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 23 320 2652621 jokowi-ke-pengusaha-jangan-kaget-saya-stop-ekspor-bauksit-dan-tembaga-UCt2Rr0XSc.jpg Presiden Jokowi Segera Stop Ekspor Bauksit dan Tembaga. (Foto: Okezone.com/Setpres)

JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyoroti hilirisasi sektor tambang yang dilakukan para pengusaha dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Pasalnya banyak permintaan terhadap nikel.

Adapun pada tahun lalu ekspor nikel Indonesia mencapai USD1,1 miliar atau Rp16 triliun, sedangkan tahun 2021 melompat ke USD26 miliar.

Baca Juga: Produksi Surplus, RI Ekspor Jagung ke Filipina

"Yang kedua hilirisasi, saya tahu banyak yang di Kadin ini punya tambang-tambang termasuk Ketuanya. Ini sudah tidak bisa di rem, saya sampaikan nikel yang dulu rame waktu kita stop 3 tahun lalu, datang ke saya banyak sekali 'pak ini kita belum siap' kalau kita nunggu siap, kapan? Siap gak siap, stop, gugat di WTO silahkan," ungkap Jokowi saat memberikan pengarahan kepada KADIN Provinsi Se-Indonesia, di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Selasa (23/08/2022).

Hal tersebut Jokowi tekankan agar semua sadar. Tidak bisa lagi pemerintah sudah berpuluh tahun ekspor bahan mentah.

Baca Juga: Indonesia Berpeluang Ekspor Jagung tapi...

"Nih jangan kaget saya stop bauksit, jangan kaget saya stop tembaga, jangan kaget saya stop timah, jangan kaget kita stop yang biasanya kita ekspor raw material," katanya.

Adapun nikel pada akhirnya pemerintah berpeluang mendapat USD35-40 miliar, namun turunannya belum rampung.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sehingga, jika dibandingkan di neraca dagang Indonesia pada tahun 2012 itu minus USD7,7 miliar dengan RRT atau China. Kemudian pada 2021 karena sudah ekspor besi baja, defisit Indonesia berkurang menjadi minus USD2,4 miliar. "Tahun ini kita pastikan dengan RRT, plus surplus," tegasnya.

Dengan demikian, Jokowi mendorong Kadin untuk menggaet investor untuk berinvestasi terkait sektor tambang ini. Hal itu berguna untuk tambahan modal terkait digitalisasi juga capital inflow.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini