Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

IPCC Beberkan 5 Alasan Sahamnya Layak Dikoleksi

Agregasi Harian Neraca , Jurnalis-Selasa, 23 Agustus 2022 |13:58 WIB
IPCC Beberkan 5 Alasan Sahamnya Layak Dikoleksi
IPCC Ungkap Alasan Sahamnya Layak Dikoleksi (Foto: Okezone)
A
A
A

Sehingga sebagai anak perusahaan plat merah dengan status world class dedicated car terminal operator di Indonesia, IPCC memiliki jaminan kestabilan pasar dan pendapatan.

“Hal ini didukung sejak Oktober 2021. Pelindo 1, 2, 3 dan 4 telah merger menjadi satu holding company yaitu PELINDO. Sehingga status IPCC pun meningkat dari semula hanya melayani Jakarta dan sekitarnya saja, kini menjadi nasional. Dulu terminal utama kami hanya di Tanjung Priok. Kini juga mengelola terminal kendaraan di pelabuhan Belawan Medan, Panjang Lampung, Pontianak dan Makassar dan sedang dijajaki dengan area lainnya. Ini membuka peluang usaha yang lebih besar yang tentunya juga memberikan potensi pendapatan perseroan yang juga besar,” ujar Direktur Keuangan IPCC Terminal Kendaraan, Soemarno.

Point alasan ketiga, perkembangan makroekonomi Indonesia yang kian positif dan dibarengi dengan semakin berkurangnya dampak pandemi Covid-19. Didukung makroekonomi global yang juga terus membaik, menurut Rio TN Lasse, juga bisa menjadi pertimbangan bagi para investor dan para pemain bursa saham untuk mengoleksi saham perusahaan berkode IPCC ini.

Karena kondisi makroekonomi itu akan mendorong pertumbuhan industri otomotif, manufaktur, dan komoditas pertambangan dan perkebunan. Maka sebagai bagian dari jasa layanan industri, pertumbuhan pesat itu juga akan berimbas positif pada jasa layanan bongkar muat kendaraan.

“Harga per saham IPCC juga masih rasional, sehingga menjanjikan peluang keuntungan yang lebih baik dibandingkan dengan saham-saham yang sudah mapan. Kami baru empat tahun listing di bursa saham, masih banyak yang belum tahu potensi kami yang besar,” tambah Soemarno.

Direktur Utama IPCC Rio TN Lasse menerangkan tiga strategi bisnis dari IPCC Terminal Kendaraan pada era pertumbuhan paska pandemi saat ini. Yaitu dengan melakukan integrasi, ekspansi, dan digitalisasi.

“Untuk digitalisasi, pada industri logistik saat ini sangat penting. Karena customer menuntut layanan yang serba otomatis, serba cepat, mudah dan visible. Saat ini IPCC sedang mempercepat implementasi digitalisasi pada kegiatan operasional, customer relationship, finance dan digital office, berikutnya nanti implementasi IT network di seluruh wilayah kerja sesuai masterplan dan penjajakan implementasi Analytics, Big Data & Business Intelligence untuk mendukung ekosistem bisnis logistik di masa depan,” ujar Rio TN Lasse.

Strategi ini menunjukkan visi IPCC ke depan yang bisa menjadi point alasan keempat. Poin alasan kelima, kinerja operasional dan keuangan IPCC yang cemerlang. Hampir semua pabrikan otomotif di Indonesia saat ini memercayakan pengurusan ekspor dan impor produknya melalui IPCC Terminal Kendaraan. Seperti Honda, Hyundai, Toyota, Isuzu, Suzuki, Ford, Mitzubishi, Wuling dan lain-lain. Belum lagi sejumlah merek Truck dan Alat Berat yang mempercayai penanganan bongkar muat kepada IPCC.

Antara 50.000-60.000 mobil CBU dan alat berat dilayani pengurusan ekspor dan impornya melalui terminal IPCC Tanjung Priok setiap bulan.

Selain itu juga berbagai jenis motor, alat berat, alat pertanian dan pertambangan, alutsista dan suku cadang. Sedang laporan kinerja keuangan untuk semester pertama 2022, mencatatkan pendapatan sebesar Rp 302,34 miliar atau meningkat 29,6% dibanding periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 233,28 miliar.

Membukukan laba periode berjalan semester pertama 2022 sebesar Rp 45,42 miliar atau melonjak 206,19 persen dari periode sama tahun lalu sebesar Rp 14,83 persen.

(Taufik Fajar)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement