Share

Harga Telur Ayam Tembus Rp32.000/Kg Disebut Gegara Peternak Terdampak Covid-19

Iqbal Dwi Purnama, Okezone · Minggu 28 Agustus 2022 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 28 320 2656156 harga-telur-ayam-tembus-rp32-000-kg-disebut-gegara-peternak-terdampak-covid-19-GHtVh7ScKw.JPG Telur ayam. (Foto: MPI)

JAKARTA - Harga telur ayam yang saat ini melonjak disebut karena peternak yang terdampak pandemi Covid-19.

Pakar Ekonomi Politik Pangan, Khudori mengatakan kenaikan harga telur yang saat ini harganya tembus diangka Rp32.000/kg merupakan salah satu dampak dari peternak yang tidak terselamatkan ketika pandemi covid 19.

Menurutnya, saat pandemi meland banyak peternak yang gulung tikar atau mengurangi populasi ayamnya sehingga produksi telur menurun.

 BACA JUGA:Jokowi: Harga Telur Ayam Bakal Turun 2 Minggu Lagi

Hal itu dikarenakan dari pembatasan mobilitas masyarakat, tutupnya hotel-hotel maupun restoran, dan hingga warung-warung kecil.

"Sebagain mereka membiayai usaha dengan kredit usaha untuk membeli pakan dari pabrik pakan ternak, banyak yang terjerat utang, ada yang masih bertahan dengan mengurangi populasi tapi tidak sedikit yang juga mengurangi bahkan kandangnya sampai dijual, itulah yang terjadi selama pandemi," kata Khudori kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (28/8/2022).

Dia menjelaskan ketika saat ini masa pemulihan, akhirnya banyak hotel yang buka kembali, mobilitas sudah di longgarkan, bahkan sering disanjung pemerintah sebagai negara dengan pemulihan terbaik.

Tapi di satu sisi, kebangkitan masih berat untuk produksi telur.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Khudori menyebut seiring dengan pemulihan, permintaan akan telur kembali meningkat.

Tapi roduksi telur masih belum pulih setelah banyaknya para peternak yang gulung tidak atau mengurangi produksinya.

Sebab 98% produksi telur di Indonesia masih dilakukan oleh peternak kecil.

"Sekarang dan mulai awal tahun lalu permintaan meningkat, ini bukan seperti produk manufaktur, ini makhluk hidup, ketika produksi masih rendah langsung di genjot untuk produksi tinggi, untuk merespon permintaan yang naik itu butuh waktu," jelasnya,

Dia juga menyinggung soal harga pakan ternak yang saat ini juga sedang tinggi menjadi salah satu hambatan para peternak di Indonesia.

"Produksi menjadi turun, pakan ternak naik juga , itu juga pasti berpengaruh terhadap ongkos produksi, biaya dan harga pokok produksi pasti naik ketika pakan naik, ketika pakan naik, pasti HPP juga naik," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini