Share

Kejar Pendapatan Rp2 Triliun, Anak Usaha Krakatau Steel Layani 5.000 Kapal/Tahun

Feby Novalius, Okezone · Selasa 30 Agustus 2022 18:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 30 278 2657678 kejar-pendapatan-rp2-triliun-anak-usaha-krakatau-steel-layani-5-000-kapal-tahun-DxvptZqYzV.png Anak Usaha Krakatau Steel Incar Layani 5.000 Kapal/Tahun. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Anak usaha PT Krakatau Steel Tbk (KRAS), Krakatau International Port menaikan target untuk mengejar pendapatan Rp2 triliun di tahun ini. Di mana target laba bersih Badan Usaha Pelabuhan ini sebesar Rp220 miliar di 2022.

Direktur Keuangan dan SDM Krakatau International Port Dazul Herman mengatakan, target melayani 5.000 kapal dalam setahun menjadi salah satu cara untuk bisa mengejar target revenue Rp2 triliun dan laba bersih Rp220 mikiar di tahun ini.

Baca Juga: Erick Thohir Khawatir Tingginya Impor Baja RI hingga 10,2 Juta Ton, Ini Dampaknya

"Untuk bisa melayani 5.000 kapal tentu harus ada penambahan dermaga dan juga perbaikan fasilitas lainnya. Target goceng kapal itu harus diraih untuk bisa mengejar target revenue Rp2 triliun,” kata Dazul, Selasa (30/8/2022).

Menurutnya, meningkatkan jumlah pelayanan kapal dari 1.000 menjadi 5.000 kapal per tahun bukan hal mustahil. Karena, selat Sunda setiap tahunnya dilalui oleh 50 ribu kapal per tahun. Artinya Krakatau International Port hanya mengincar 10% dari jumlah tersebut.

Baca Juga: Krakatau Steel-Posco Tambah Investasi Rp52 Triliun, Erick Thohir: Penguasan Ekositem Baja

“Karena masih banyak yang belum tahu keberadaan Krakatau International Port sehingga masih banyak kapal yang mengisi BBM atau bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok. Kami masih harus lebih sering lagi melakukan promosi agar keberadaan Krakatau International Port yang berada di bawah PT Krakatau Bandar Samudera semakin dikenal,” jelas Dazul.

Meski merupakan anak perusahaan dari PT Krakatau Steel, PT Krakatau Bandar Samudera adalah Badan Usaha Pelabuhan. Artinya, Pelabuhan Krakatau International Port terbuka untuk umum dan bukan hanya untuk anak perusahaan Krakatau Steel.

Baca Juga: 50 Tahun Berkarya, Indomie Konsisten Hidupkan Inspirasi Indomie untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

“Jenis pelabuhan itu ada tiga, pertama badan usaha Pelabuhan yang bisa melayani pihak ketiga. TUKS yaitu terminal untuk kebutuhan sendiri serta Tersus yaitu terminal khusus seperti untuk kebutuhan PLN. Krakatau International Port masuk kategori BUP yang artinya bisa melayani pihak ketiga. Selama ini masih banyak yang berpikir bahwa Krakatau International Port hanya untuk internal PT Krakatau Steel,” tambah Dazul.

Krakatau International Port adalah pelabuhan curah terbesar di Indonesia. Barang curah yang biasa dibongkar muat antara lain batu bara dan bijih besi yang merupakan bahan baku untuk baja.

Kapasitas Krakatau International Port adalah 25 juta ton per tahun. Namun, hingga kini kapasitas yang terpakai baru 19 juta ton.

“Satu hari kami bisa melakukan bongkar muat 12 ribu ton. Jadi kalau ada kapal dengan muatan 60 ribu ton bisa dilakukan dalam lima hari. Kami punya crane yang bisa langsung masuk ke kapal, khusus untuk barang curah,” lanjut Dazul.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini