Di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi saat ini, Hendriko menyarankan kepada para investor untuk berinvestasi pada perusahaan di sektor yang memiliki korelasi seminimal mungkin dengan kenaikan harga BBM.
Selain itu, dengan adanya potensi kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI), investor juga direkomendasikan untuk memilih perusahaan dengan utang yang relatif kecil.
Dia merekomendasikan investor untuk berfokus pada perusahaan yang diuntungkan dengan kenaikan harga BBM dan suku bunga acuan, seperti perusahaan sektor komoditas dan perbankan.
“Jadi, kita cari perusahaan yang lebih diuntungkan dengan keadaan ekonomi saat ini, dan hindari sektor yang memiliki korelasi besar terhadap kenaikan BBM seperti transportasi,” pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)