Share

Mayoritas Warga AS Ingin Jadi Miliarder

Clara Amelia, Okezone · Jum'at 02 September 2022 11:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 02 455 2659453 mayoritas-warga-as-ingin-jadi-miliarder-s5435R0WCu.png Mayoritas Warga AS Ingin Jadi Miliarder. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Mayoritas orang di Amerika Serikat (AS) ingin menjadi miliarder. Menurut Survei Harris, sekitar 44% orang dewasa AS percaya busa menjadi miliarder.

Ada beberapa faktor salah satunya didorong investasi spekulatif seperti mata uang kripto.

“Ini bukan sekadar berinvestasi di rekening pensiun individu. Orang ingin mencapai status kekayaan yang lebih tinggi dengan cara melakukan investasi untuk membangun aset dan menghasilkan pendapatan,” ujar kata Pemilik Keungangan Opta Tampa Freddie Rappina, dilansir dari CNBC.com, Jumat (2/8/2022).

Namun ada juga yang bilang bahwa investasi tidak membuat kaya, melainkan penghasilan yang bisa bikin kaya.

Namun pembahasan soal orang kaya di AS menjadi campur aduk karena ada cinta dan benci.

Baca Juga: 5 Sumber Kekayaan Denny Caknan

Dalam data Harris, terdapat 6 dari 10 orang ingin menjadi miliarder suatu hari nanti. Sementara 40% sisanya membenci miliarder.

Menurut mereka yang membenci miliarder, orang kaya memiliki tanggung jawab untuk membuat masyarakat lebih baik tetapi hal tersebut tidak dilakukan.

Kemudian survei tersebut menunjukkan 24% menyatakan bahwa kekayaan pribadi harus dibatasi kurang dari USD1 miliar. Sedangkan 20% mengatakan harus dibatasi antara USD1 miliar dan USD10 miliar.

Ada sekitar 200 orang di AS yang saat ini memiliki kekayaan lebih dari USD10 miliar, menurut peringkat tahunan orang terkaya versi Forbes.

Baca Juga: Intip Sumber Kekayaan Sri Adiningsih, Plt Kepala Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa

Terdapat 5 dari 200 orang itu memiliki kekayaan bernilai lebih dari USD100 miliar, di antaranya yaitu Jeff Bezos, Warren Buffett, Bill Gates dan Elon Musk.

Menurut laporan, kesenjangan kekayaan yang ekstrem semakin parah karena adanya pandemi Covid.

Orang Amerika terkaya terus mendapat manfaat dari memiliki ekuitas dan perumahan, terutama tahun lalu ketika pasar saham dan nilai rumah melonjak. Pada akhir 2021, sebanyak 1% teratas memiliki rekor 32,3% kekayaan negara.

Di sisi lain, bagian kekayaan yang dipegang oleh 90% orang Amerika terbawah turun sejak sebelum pandemi, dari 30,5% menjadi 30,2%

Berdasarkan Harris poll, 58% orang Amerika membenci akumulasi kekayaan selama periode ini, ketika yang lain menderita akibat kejatuhan finansial yang disebabkan oleh penurunan ekonomi secara mendadak.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Di sisi lain, laporan yang dirilis Oxfam pada Mei, kesenjangan antara orang kaya dan orang miskin menyoroti perlunya lebih banyak pajak untuk orang terkaya.

Presiden Joe Biden berencana untuk membuat orang kaya membayar lebih sebagai bagian dari anggaran federal 2023.

“Saat ini terdapat sekitar 790 rata-rata miliarder di Amerika memiliki tarif pajak federal sebesar 8%,” ungkap Biden melalui Twitter.

Pajak penghasilan minimum miliarder akan membebani tarif pajak minimum 20% untuk rumah tangga AS yang bernilai lebih dari USD100 juta. Lebih dari setengah pendapatan bisa berasal dari mereka yang bernilai lebih dari USD1 miliar.

Meskipun dukungan publik yang meningkat untuk pajak lebih tinggi pada orang yang sangat kaya, proposal pajak miliarder gagal mendapatkan daya tarik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini