Share

Ketika Sri Mulyani Tantang 100 Ekonom Hitung Subsidi BBM di 2023

Michelle Natalia, Sindonews · Rabu 07 September 2022 12:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 07 320 2662574 ketika-sri-mulyani-tantang-100-ekonom-hitung-subsidi-bbm-di-2023-QSr8EKanKu.JPG Sri Mulyani. (Foto: MPI)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa saat ini, anggaran subsidi di 2023 masih dibahas bersama DPR RI.

Anggaran subsidi di 2023 diperkirakan masih lebih dari Rp340 triliun dengan asumsi harga minyak di kisaran USD90 per barel.

Maka dari itu, dia pun menantang proyeksi harga minyak dan juga hitung-hitungan para ekonom yang hadir dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2022 hari ini(7/9/2022).

 BACA JUGA:Sri Mulyani: Laporan Keuangan Pemerintah Kembali Dapatkan WTP Sejak 2016

"(Anggaran) tahun depan bicara dengan DPR belum selesai, subsidi yang akan disediakan masih signifikan lebih dari Rp340 triliun dan berasumsi harga minyak kisaran USD90 (per barel), tentu melihat ketidakpastian outlook harga minyak. Proyeksi minyak Anda tahun depan seperti apa? Ngitungnya gimana? Saya ingin tahu saja," ujar Sri.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Tak hanya itu, Sri menyebutkan bahwa Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menggunakan data dari lembaga kredibel di bidang minyak terkait prediksi harga minyak mentah dunia, seperti International Energy Agency (IEA) hingga konsensus Bloomberg.

"Di Kemenkeu menggunakan data dari agency yang autoritatif di bidang minyak seperti International Energy Agency, mereka akan proyeksikan seperti apa dan Bloomberg konsensus, tapi paling tidak dua faktor dominan yang mempengaruhi harga minyak dan komoditas tahun depan," ungkap Sri.

Dia pun menjelaskan bagaimana skenario dan proyeksi bagaimana jika negara maju masuk resesi.

"Seandainya outlook negara maju masuk ke resesi, tapi permintaan minyak turun, maka harga minyak dunia diproyeksikan tidak akan mencapai USD100 per barel," pungkas Sri.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini