JAKARTA - Komisi VI DPR RI melakukan rapat kerja dengan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dan Menteri BUMN Erick Thohir. Dalam rapat disampaikan untuk pembentukan industri kantong darah karena kebutuhan di Indonesia sangat besar.
Anggota Komisi VI DPR Rieke Diah Pitaloka pun mengutarakan usul tersebut. Menurutnya kantong darah saja impor 100%. Padahal kebutuhannya sangat besar di Indonesia.
Baca Juga: Curhat ke DPR, Erick Thohir Minta Sri Mulyani Tambah PMN BUMN Rp7,88 Triliun
"BUMN Farmasi menurut saya sanggup. Masa kantong darah saja impor 100%," kata Rieke, di Gedung Komisi VI, Kamis (8/9/2022).
Rieke mengungkapkan, industri kantong darah yang diimpor paling murah Rp250 ribu. Di mana kebutuhan kantong darah secara Nasional mencapai 50 juta.
"Ini cukup memberatkan, harapannya ada penugasan khusus terhadap pengembangan industri kantong darah karena ini penting sekali," tuturnya.
Baca Juga: Erick Thohir Usul Bonus Direksi BUMN Dicicil 3 Tahun
Sebenarnya, kata Rieke, usul pembentukan industri kantong darah sudah disampaikan lama kepada Kementerian BUMN. Namun jawaban Kementerian BUMN tidak memuaskan karena bukan prioritas.
"Jawaban BUMN prinsipnya mendukung. Namun belum jadi priortas mengingat berdasarkan informasi sedang dikembangkan oleh pihak swasta," tuturnya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.