Sebagai informasi, target pasar ekspor perseroan meliputi tujuh negara di kawasan Asia Tenggara, Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, dan Afrika.
Ia menambahkan bahwa, perseroan juga akan segera meresmikan pabrik baru pada Oktober 2022, sesuai dengan rencana perseroan saat pertama kali mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penambahan pabrik tersebut akan berkontribusi pada peningkatan penjualan sebesar Rp8,3 miliar di tahun ini.
"Dari jumlah tersebut, kami memproyeksikan kontribusi dari kegiatan ekspor meningkat sampai dengan 25%," ungkap dia.
Sejak resmi menjadi perusahaan go public, KLIN telah menjual 230 juta lembar sahamnya atau 17,59% dari modal yang ditempatkan. Pasca IPO, KLIN mulai menjalankan beberapa rencana perusahaan seperti membangun pabrik, kantor pusat, gudang bahan baku, dan fasilitas penunjang operasional.
“Ke depannya, pengembangan bisnis KLIN di pasar domestik dan internasional akan fokus pada implementasi strategi distribusi. Salah satunya dengan memperkuat kerjasama ke modern channel, B2B partner, dan e-commerce,” pungkas Anggun.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.