Share

Tinjau Bahan Pokok di Pasar, Mendag: Saya Bersyukur Harganya Stabil

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Selasa 13 September 2022 12:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 13 320 2666434 tinjau-bahan-pokok-di-pasar-mendag-saya-bersyukur-harganya-stabil-y5B5xghUr5.JPG Mendag Zulkifli Hasan tinjau harga bahan pokok di pasar. (Foto: MPI)

TANGERANG - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan meminta pemerintah daerah untuk rutin memantau harga barang pokok (bapok) di pasar agar kondisi harga bisa terus terjaga.

Sebab, dari hasil pantauannya ke sejumlah pasar, masih ada beberapa bapok yang mengalami kenaikan harga lantaran terbebani biaya logistik.

"Saya sudah keliling-keliling pasar setiap hari maka saya juga mengajak nih walikota juga cek pasar karena kebutuhan pokok itu menyangkut hajat hidup orang banyak, kita harus paham," ujar Mendag usai melepas ekspor sepatu di Tangerang, Selasa (13/9/2022).

 BACA JUGA:Mendag Zulhas Siap Banjiri Arab Saudi dengan Produk Pangan RI

Lanjut dia menyampaikan, harga beras di sejumlah pasar yang dipantau mengalami kenaikan harga, meski tidak banyak.

Menurutnya, walaupun kenaikan hanya Rp100 akan berdampak terhadap inflasi.

"Saya hampir tiap hari ke pasar dan saya bersyukur harganya stabil. Telur stabil, ayam stabil, bawang stabil, cabai stabil, memang beras naik dikit tapi beras itu walaupun naik Rp100 perak itu bahaya. Dampaknya ke inflasi," jelasnya.

Dia menuturkan kalau melihat kenaikan beras saat ini, dirinya sudah berkoordinasi dengan Bulog untuk melakukan operasi pasar.

Selain itu, dia juga menyinggung soal pemberian subsidi transportasi bagi produsen atau distributor pengirim barang pokok yang mestinya dilakukan oleh pemerintah daerah.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Diketahui bersama, penyebab naiknya barang pokok di pasaran salah satunya karena adanya beban transportasi pengiriman barang.

Maka dari itu, Zulhas menegaskan agar para pemerintah daerah bisa lebih peka terhadap fluktuasi harga bapok.

Lanjutnya, jika pemerintah daerah mengetahui harga bapok mengalami kenaikan, segera berikan subsidi transportasi kepada produsen atau distributor agar harga di pasaran tidak melonjak dan membuat ibu-ibu meronta.

"Walikota, Bupati, Gubernur harus peka juga untuk cek kalau naik harga 5% harus segera ambil langkah apa. Contoh, transportnya dibayar, jadi misalnya dari Tangerang ini kalau kirim cabai ke mana gitu ongkosnya dibayar. Biar harga jualnya nggak mahal," jelasnya.

Begitu pun juga telur ayam, Mendag bilang, harga telur yang saat ini masih dipatok Rp32.000/kg itu karena ada tambahan biaya transportasi.

Jika pemerintah daerah bisa memberikan subsidi, maka dijamin harga telur ayam bisa turun ke harga Rp28.000/kg.

"Jadi kalau harga naik, walaupun naiknya sedikit pemerintah ada dana cadangan yang 2% itu dipakai untuk membantu ongkos (telur). Kan ongkosnya mahal kalau dari Blitar mau dikirim ke Jakarta misalnya. Kalau naiknya sampai Rp32.000 ya kasih ongkosnya, nanti pasti turun lagi jadi Rp28.000," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini