Share

Program Restrukturisasi Kredit Mau Dicabut? OJK: Tunggu Saja

Ikhsan Permana, MNC Portal · Selasa 13 September 2022 20:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 13 320 2666865 program-restrukturisasi-kredit-mau-dicabut-ojk-tunggu-saja-g3MC7OlX29.jpg OJK pertimbangkan perpanjangan restrukturisasi kredit (Foto: Okezone)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempertimbangkan program perpanjangan restrukturisasi kredit yang telah dimulai sejak pandemi Covid-19 mewabah. Program ini telah beberapa kali dilakukan perpanjangan, hingga yang terbaru program ini akan selesai pada Maret 2023 mendatang.

Kepala Eksekutif Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Ogi Prastomiyono mengatakan, saat ini pihaknya masih mempertimbangkan kondisi di lapangan terkait kemungkinan perpanjangan program tersebut. Namun menurutnya sejauh ini tingkat risiko pembiayaan kredit (non performing financing/NPF) sudah semakin membaik.

"Kalau lihat dari NPF-nya turun, NPF untuk perusahaan pembiayaan itu turun, artinya itu sudah membaik sebenarnya. Tinggal yang ditunggu ini relaksasinya mau diapakan," ungkap Ogi dalam konferensi pers di Gedung OJK Infinity, Jakarta Selatan, Selasa (13/9/2022).

Profil risiko Perusahaan Pembiayaan pada Juli 2022 masih terjaga dengan rasio NPF tercatat turun sebesar 2,72%. Ogi mengatakan pihaknya akan mengumumkan apabila sudah ada kepastian soal kebijakan tersebut.

"Mau diperpanjang apakah dicabut atau gimana? Kita tunggu dulu, nanti kalau sudah deket-deket pasti OJK bukan hanya dari IKNB, dari segi semua, dari perbankan juga kita akan lakukan," ujarnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2B OJK, Bambang W Budiawan mengaku bahwa pihaknya sedang mengkaji potensi perpanjangan kebijakan, dia mengatakan bahwa OJK akan memperhatikan pro dan kontra soal perpanjangan restrukturisasi.

"Terus terang Kami sedang mengkaji potensi perpanjangan kebijakan, jadi kita lihat dari sisi fungsinya perusahaan pembiayaan itu 80% dari perbankan, jadi kalau mereka restruc pasti di multifinance jadi akan restrukturisasi," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini