Share

Jasa Marga Targetkan Divestasi Tol MBZ Rampung Akhir 2022

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Rabu 14 September 2022 11:51 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 14 278 2667177 jasa-marga-targetkan-divestasi-tol-mbz-rampung-akhir-2022-lQiky35WHA.jpg Ilustrasi jalan tol. (Foto: Jasa Marga)

JAKARTA - PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menargetkan aksi korporasi divestasi PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JCC) atau tol MBZ ke perusahaan milik Grup Salim, PT Marga Utama Nusantara (MUN) akan selesai pada akhir tahun 2022.

Direktur Bisnis JSMR, Reza Febriano mengatakan proses penjualan 40% saham JCC masih berlangsung dalam tahap pemenuhan sejumlah persyaratan sebagaimana diatur dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) saham.

"Kepemilikan saham kami yang awalnya 80% ini kami lepas sebesar 40%. Jadi hingga saat ini masih dalam proses divestasi dan semoga akhir tahun kita bisa selesai," ujar Reza dalam Public Expose, Rabu (14/9/2022).

Reza mengharapkan penjualan sebagian aset perseroan ini dapat mendukung kebutuhan pendanaan dan struktur permodalan Jasa Marga yang baru saja merampungkan spin off yakni pemisahan Divisi Regional Jasamarga Transjawa Tollroad ke ke PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT)

"Perlu kita sampaikan bahwa terhitung sejak tanggal 1 Juli 2022 kita telah menyelesaikan terkait dengan aksi korporasi Spin off," terang Reza.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sebagai informasi, PT JCC merupakan pengelola jalan layang Jakarta-Cikampek yang telah diganti nama menjadi Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) oleh pemerintah pada awal April 2021.

Sebelumnya Corporate Communication and Community Development Group Head JSMR, Lisye Octaviana menegaskan bahwa divestasi ini merupakan bagian dari program asset recycling yakni strategi perseroan untuk menyeimbangkan pertumbuhan dan kesinambungan bisnis perusahaan.

"Kami berharap, seluruh proses transaksi ini dapat terlaksana dengan lancar sesuai target, dengan menerapakan prinsip Good Corporate Governance (GCG), hingga penandatangan Sales and Purchase Agreement (SPA), sebagaimana yang telah direncanakan," tuturnya dalam siaran resmi.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini