Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dirut BRI Yakin Laba Tembus Rp40 Triliun di Akhir 2022

Shelma Rachmahyanti , Jurnalis-Rabu, 14 September 2022 |17:55 WIB
Dirut BRI Yakin Laba Tembus Rp40 Triliun di Akhir 2022
BRI yakin laba tahun ini tembus Rp40 triliun (Foto: Antara)
A
A
A

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI yakin laba perseroan tembus Rp40 triliun di akhir 2022. Direktur Utama BRI Sunarso meyakini target tersebut akan tercapai.

"Saya sekarang optimis dan yakin seyakin-yakinnya pada akhir tahun nanti BRI akan membukukan laba tidak kurang dari Rp40 triliun," ujar Sunarso dilansir dari Antara, Rabu (14/9/2022).

Hingga semester pertama tahun ini, BRI secara konsolidasian telah meraih laba bersih Rp24,88 triliun, meningkat 98,38% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp12,54 triliun.

Penyaluran kredit maupun penghimpunan dana masyarakat oleh BRI mampu tumbuh positif. Dari sisi pembiayaan, BRI Group berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp1.104,79 triliun atau tumbuh 8,75% (yoy).

Penyaluran kredit kepada seluruh segmen pinjaman tercatat tumbuh positif, dengan penopang utama yakni segmen mikro yang tumbuh 15,07%, segmen konsumer tumbuh 5,27%, segmen korporasi tumbuh 3,76%, serta segmen kecil dan menengah tumbuh 2,71%.

Portofolio kredit UMKM BRI tercatat tumbuh sebesar 9,81% dari Rp837,82 triliun pada akhir Juni 2021 menjadi Rp920 triliun pada akhir Juni 2022. Hal itu menjadikan proporsi kredit UMKM dibandingkan total kredit BRI terus merangkak naik menjadi sebesar 83,27%.

Dalam hal penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), hingga semester I 2022, DPK BRI tercatat tumbuh 3,7% menjadi Rp1.136,98 triliun. Dana murah atau CASA menjadi pendorong utama pertumbuhan DPK BRI, di mana secara tahunan meningkat sebesar 13,38%. Apabila dirinci, giro tercatat tumbuh 25,63% dan tabungan tumbuh 8,32%.

Secara umum saat ini proporsi CASA BRI tercatat 65,12%, meningkat signifikan dibandingkan dengan CASA pada periode yang sama tahun lalu yakni sebesar 59,56%

Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno memperkirakan sampai dengan akhir 2022 kredit BRI akan tumbuh 9% hingga 11%.

"Kami estimasikan sampai dengan akhir tahun ini dengan melihat perkembangan situasi perekonomian terakhir, kami percaya masih bisa tumbuh BRI Group 9-11%. Tentunya driver pertumbuhan masih akan berasal dari segmen mikro dan ultra mikro yang mungkin tumbuh sedikit lebih tinggi dari total growth yang kita sampaikan proyeksinya 9-11%," ujar Vivi.

Sedangkan untuk marjin bunga bersih atau Net Interest Margin (NIM), Vivi memperkirakan NIM emiten berkode saham BBRI itu akan berada di kisaran 7,7% hingga 7,9%. Di sisi lain, rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) diprediksi akan berada di kisaran 2,8% hingga 3%.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement