Share

Pesan Erick ke Direksi BUMN: Harus Terbuka dengan Data dan Informasi

Suparjo Ramalan, iNews · Rabu 14 September 2022 13:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 14 320 2667287 pesan-erick-ke-direksi-bumn-harus-terbuka-dengan-data-dan-informasi-DUUOnbsZ7H.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/KBUMN)

JAKARTA - Kementerian BUMN menginstruksikan pada direksi BUMN untuk tidak menutup-nutupi data dan informasi terkait bisnis perseroan. Permintaan tersebut menyusul adanya pembentukan opini publik yang tidak berdasarkan data valid.

Menteri BUMN Erick Thohir mengaku, kerap mengingatkan agar direksi BUMN bersifat terbuka terhadap media massa, khususnya memberikan informasi dan data terkait bisnis ataupun aksi korporasi perusahaan.

Baca Juga: PMN BUMN Dinilai Negatif, Erick Thohir: Padahal Itu Penugasan yang Harus Diselesaikan

"Diri saya masih jadi bagian dari dunia media, karena itu saat diberikan kesempatan pimpin BUMN saya terus ingatkan direksi bagaimana keterbukaan data dan informasi harus jadi sebuah kultur yang harus kita biasakan di BUMN," ungkap Erick saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (14/9/2022).

Perkembangan teknologi dan digitalisasi saat ini, lanjut Erick, menciptakan beragam platform media sosial. Kanal-kanal ini mampu membentuk persepsi masyarakat terhadap sebuah objek.

Baca Juga: Erick Thohir Optimistis Laba BUMN Capai Rp144 Triliun pada 2022

Nahasnya, persepsi yang dibangun tidak didasarkan pada data-data konkret atau realita itu sendiri. Itu sebab, keterbukaan informasi kepada media massa sebagai arus informasi utama perlu dilakukan.

"Karena penting sekali di era yang seperti kita hadapi hari ini persepsi itu kadang-kadang dibentuk tidak berdasarkan fakta dan data, nah di situlah fungsi bagaimana saya yakin media-media yang sudah punya kultur check and balance lebih bisa kita harapkan," tutur Erick.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Mantan Bos Inter Milan itu mencatat misinformasi justru mengakibatkan kefatalan lantaran salah mengambil keputusan. Keputusan didasarkan pada informasi yang keliru.

"Kita tidak mau mendapatkan informasi, di mana justru yang mengakibatkan banyak pihak salah mengambil keputusan, apalagi yang namanya ekonomi ini adalah sesuatu hal yang merupakan darah dari kehidupan dari semua negara di dunia," ujar dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini