Share

Bekerja di Kantor Minimal 40 Jam per Minggu, Begini Nasib Karyawan Tesla

Clara Amelia, Okezone · Jum'at 16 September 2022 08:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 16 320 2668642 berkerja-di-kantor-minimal-40-jam-per-minggu-begini-nasib-karyawan-tesla-vugUSSMjfg.jpg Elon Musk. (Foto: Reuters)

JAKARTA – CEO Tesla Elon Musk memberlakukan kembali kebijakan kantor yang ketat.

Dilansir CNBC di Jakarta, Jumat (16/9/2022), hal ini diumumkan secara tiba-tiba kepada karyawan pada 31 Mei dengan email berisikan bahwa karyawan harus menghabiskan minimal 40 jam per minggu di kantor.

Menurut orang-orang yang bekerja untuk perusahaan di Amerika Serikat (AS) dan dokumen internal.

Kemudian tiga bulan sejak pengumuman itu, Tesla tidak memiliki ruang atau sumber daya yang cukup untuk membawa karyawannya kembali ke kantor.

 BACA JUGA:Sindir Elon Musk, Luhut Bandingkan Investasi Ford Vs Tesla

Kebijakan kembali ke kantor juga menyebabkan penurunan moral, terutama di kalangan tim yang mengizinkan karyawan bekerja dari jarak jauh (online) sesuai kebutuhan sebelum Covid-19.

Secara umum dan sebelum pandemi, Tesla terbuka untuk pekerjaan jarak jauh.

Namun, ketika tenaga kerja perusahaan berkembang yang membuat Tesla fokus membangun hubungan internasional dan pabrik baru di Texas, Tesla tidak membangun ruang kerja baru yang cukup.

Tesla justru memperoleh peralatan kantor yang cukup di fasilitas yang ada di Nevada dan California untuk membawa semua karyawan dan kontraktor jangka panjang dalam 40 jam per minggu.

Menurut beberapa karyawan saat ini, Tesla baru-baru ini membawa karyawannya di San Fransisco Bay Area untuk ke kantor selama 3 hari per minggu.

Namun, perusahaan tersebut malah kekurangan kursi dan meja, tempat parkir, dan sumber daya lainnya.

Sebagai gantinya, Tesla mengatur jadwal di kantor menjadi 2 hari per minggu.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Bahkan, persediaan sederhana seperti dongle dan kabel pengisi daya telah habis.

Pada hari-hari di mana lebih banyak karyawan yang dijadwalkan untuk bekerja di kantor, kondisi ramai akan karyawan yang menerima panggilan di luar ruangan akibat Tesla tidak pernah membangun ruang konferensi dan bilik telepon yang cukup untuk menampung banyak karyawan yang hadir sekaligus.

Sekarang, perusahaan mengawasi kehadiran setiap karyawan.

Musk juga menerima laporan mingguan terperinci tentang ketidakhadiran karyawan.

Pada awal September, catatan internal menunjukkan bahwa terdapat sekitar seperdelapan karyawan keluar pada hari-hari biasa di Fremont, California, rumah pabrik perakitan kendaraan AS pertama Tesla.

Di seluruh Tesla, jumlah tersebut hanya sedikit lebih baik, dibanding sekitar sepersepuluh karyawan absen pada hari biasa.

Menurut laporan internal jumlahnya tetap dalam kisaran itu sejak Maret 2022, sebelum pesan Musk (pengumuman mengenai menghabiskan minimal 40 jam per minggu di kantor).

Ketidakhadiran melonjak pada akhir pekan dan sekitar hari libur, seperti yang sudah diduga.

Menurut catatan internal dan orang-orang yang mengetahui laporan, ketidakhadiran karyawan Tesla diukur menggunakan data dari pekerja yang masuk ke fasilitas.

Sehingga dengan ketidakhadiran yang tidak direncanakan dibagi dengan waktu istirahat yang direncanakan untuk mentabulasi total harian.

Namun, tidak semua karyawan diukur dan dilacak dengan cara yang sama.

Misalnya, laporan langsung ke Elon Musk tidak menghitung gesekan lencana mereka untuk laporan internal.

Menurut pesan internal yang dilihat CNBC, kebijakan kembali ke kantor, suram dan informal seperti itu telah menyebabkan penurunan moral yang signifikan di antara beberapa karyawan.

Sebelum Pandemi Covid-19, manajer Tesla umumnya mengetahui berapa banyak pekerjaan jarak jauh yang sesuai untuk tim.

Kebijakan garis keras Musk menghilangkan kebebasan itu secara teori, meskipun beberapa eksekutif mungkin masih dapat membuat kesepakatan untuk karyawan tertentu.

Pada awal Juni 2022, tepat setelah Musk mengumumkan kebijakan 40 jam di lokasi, Tesla melakukan pemotongan tajam (phk) pada jumlah karyawannya.

Karyawan yang sebelumnya ditetapkan sebagai pekerja jarak jauh tetapi tidak dapat dipindahkan untuk berada di kantor 40 jam seminggu diberikan waktu hingga 30 September diberi pilihan untuk pindah atau mengambil paket pesangon dari Tesla.

Sekitar seminggu setelah penawaran tersebut, HR Tesla bertanya kepada orang-orang yang tinggal jauh apakah mereka berencana untuk pindah dan bekerja di kantor selama 40 jam dalam seminggu.

Beberapa dari mereka yang mengatakan tidak yakin apakah bisa pindah, diberhentikan pada bulan Juni tanpa peringatan menurut korespondensi internal yang dibacakan oleh CNBC dan 2 orang yang mengetahui langsung pemecatan/pemberhentian tersebut.

Kebijakan tersebut juga telah menghabiskan sebagian kekuatan Tesla untuk merekrut dan mempertahankan karyawan dengan talenta terbaik.

Beberapa karyawan yang terkenal berhenti karena menginginkan peraturan yang lebih fleksibel, menurut korespondensi internal dan 2 pengunduran diri.

Seorang karyawan bernama Meta mengatakan beberapa karyawan yang tinggal jauh dari kantor Tesla, sekarang mereka harus berjam-jam jauh dari keluarga untuk memenuhi persyaratan baru.

Karyawan tersebut menyebut bahwa mereka paling khawatir tentang pekerja imigran di Tesla yang dapat kehilangan visa jika perusahaan tiba-tiba memutuskan untuk menghentikan peran mereka karena perintah kehadiran yang berubah-ubah.

Mereka juga diselimuti rasa khawatir tentang bagaimana sikap tertutup Tesla tentang pekerjaan jarak jauh dapat mencapai tujuan keragaman perusahaan.

“Kandidat AS yang menerima tawaran pekerjaan jarak jauh secara substansial lebih mungkin adalah orang kulit hitam, hispanik, penduduk asli Amerika, penduduk asli Alaska, penduduk Kepulauan Pasifik, veteran dan/atau penyandang disabilitas, dan wanita,” ungkap Meta, dalam laporan keragaman tahun 2022 yang dirilis pada bulan Juli.

Dalam laporan dampak 2021 Tesla terbaru yang terbit pada Mei 2022, perusahaan mengatakan tentang

“Selama pandemi, kami sangat fokus pada perluasan keterlibatan komunitas kami dan memastikan karyawan kami tetap terhubung. Secara khusus, kami memperluas Grup Sumber Daya Karyawan dan memastikan program kami dapat diakses di lingkungan kerja jarak jauh. Kami juga memastikan karyawan merasa lebih didengar dan terhubung daripada sebelumnya, saat mereka beralih ke acara virtual untuk mempromosikan inklusi di berbagai lokasi, batas fisik, dan zona waktu,” ungkapnya pada sebuah laporan.

Perusahaan tidak merinci jumlah karyawan yang diizinkan untuk bekerja jarak jauh sebelum dan setelah pandemi, atau bagaimana hal itu memengaruhi campuran demografis tenaga kerja.

Namun hingga kini, Tesla belum menanggapi kabar tersebut.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini