Kebijakan garis keras Musk menghilangkan kebebasan itu secara teori, meskipun beberapa eksekutif mungkin masih dapat membuat kesepakatan untuk karyawan tertentu.
Pada awal Juni 2022, tepat setelah Musk mengumumkan kebijakan 40 jam di lokasi, Tesla melakukan pemotongan tajam (phk) pada jumlah karyawannya.
Karyawan yang sebelumnya ditetapkan sebagai pekerja jarak jauh tetapi tidak dapat dipindahkan untuk berada di kantor 40 jam seminggu diberikan waktu hingga 30 September diberi pilihan untuk pindah atau mengambil paket pesangon dari Tesla.
Sekitar seminggu setelah penawaran tersebut, HR Tesla bertanya kepada orang-orang yang tinggal jauh apakah mereka berencana untuk pindah dan bekerja di kantor selama 40 jam dalam seminggu.
Beberapa dari mereka yang mengatakan tidak yakin apakah bisa pindah, diberhentikan pada bulan Juni tanpa peringatan menurut korespondensi internal yang dibacakan oleh CNBC dan 2 orang yang mengetahui langsung pemecatan/pemberhentian tersebut.
Kebijakan tersebut juga telah menghabiskan sebagian kekuatan Tesla untuk merekrut dan mempertahankan karyawan dengan talenta terbaik.
Beberapa karyawan yang terkenal berhenti karena menginginkan peraturan yang lebih fleksibel, menurut korespondensi internal dan 2 pengunduran diri.
Seorang karyawan bernama Meta mengatakan beberapa karyawan yang tinggal jauh dari kantor Tesla, sekarang mereka harus berjam-jam jauh dari keluarga untuk memenuhi persyaratan baru.
Karyawan tersebut menyebut bahwa mereka paling khawatir tentang pekerja imigran di Tesla yang dapat kehilangan visa jika perusahaan tiba-tiba memutuskan untuk menghentikan peran mereka karena perintah kehadiran yang berubah-ubah.
Mereka juga diselimuti rasa khawatir tentang bagaimana sikap tertutup Tesla tentang pekerjaan jarak jauh dapat mencapai tujuan keragaman perusahaan.
“Kandidat AS yang menerima tawaran pekerjaan jarak jauh secara substansial lebih mungkin adalah orang kulit hitam, hispanik, penduduk asli Amerika, penduduk asli Alaska, penduduk Kepulauan Pasifik, veteran dan/atau penyandang disabilitas, dan wanita,” ungkap Meta, dalam laporan keragaman tahun 2022 yang dirilis pada bulan Juli.
Dalam laporan dampak 2021 Tesla terbaru yang terbit pada Mei 2022, perusahaan mengatakan tentang
“Selama pandemi, kami sangat fokus pada perluasan keterlibatan komunitas kami dan memastikan karyawan kami tetap terhubung. Secara khusus, kami memperluas Grup Sumber Daya Karyawan dan memastikan program kami dapat diakses di lingkungan kerja jarak jauh. Kami juga memastikan karyawan merasa lebih didengar dan terhubung daripada sebelumnya, saat mereka beralih ke acara virtual untuk mempromosikan inklusi di berbagai lokasi, batas fisik, dan zona waktu,” ungkapnya pada sebuah laporan.
Perusahaan tidak merinci jumlah karyawan yang diizinkan untuk bekerja jarak jauh sebelum dan setelah pandemi, atau bagaimana hal itu memengaruhi campuran demografis tenaga kerja.
Namun hingga kini, Tesla belum menanggapi kabar tersebut.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.