Share

Beli Pertalie Dibatasi, Mobil Hanya Boleh Isi Maksimal 120 Liter /Hari

Rizky Fauzan, MNC Portal · Jum'at 16 September 2022 16:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 16 320 2669070 beli-pertalie-dibatasi-mobil-hanya-boleh-isi-maksimal-120-liter-hari-OPlgNXORsu.jfif Beli Pertalite Bakal Dibatasi. (Foto: Okezone.com/Pertamina)

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mulai melakukan uji coba pembatasan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi, Pertalite dan Solar. Khusus Pertalite, pembelian oleh kendaraan roda empat dibatasi maksimal sebanyak 120 liter per hari.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan, uji coba pembatasan volume pembelian Pertalite hanya bersifat sementara dan belum tertuang dalam ketentuan resmi.

"Itu sementara saja sebagai default di sistem. Di mana kita sedang melakukan uji coba sistem dan infrastruktur," kata Irto kepada awak media, Jumat (16/9/2022).

Baca Juga: Menteri ESDM Buka Suara soal BBM Ramah Lingkungan

Di sisi lain, khusus pembatasan kriteria kendaraan yang boleh menggunakan Pertalite, pihaknya masih menunggu revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM.

"Kami juga masih menunggu ketentuan kriteria kendaraan yang bisa menggunakan BBM subsidi yang nanti akan tertuang dalam revisi Perpres Nomor 191 Tahun 2014," katanya.

Uji coba pembatasan volume pembelian ini sudah dilakukan sejak awal September 2022. Adapun skemanya, setiap kendaraan yang mengisi Pertalite maupun Solar di SPBU Pertamina akan dicatat nomor polisinya.

Baca Juga: Ini Kelebihan dan Kekurangan Pertalite, Harganya Naik Jadi Rp10.000/Liter

Pencatatan nomor ini hanya berlaku pada kendaraan yang belum mendaftar Subsidi Tepat MyPertamina. Sementara itu, bagi kendaraan yang sudah terdaftar di MyPertamina, hanya perlu menunjukkan QR Code saat bertransaksi dan otomatis akan terekam oleh sistem.

Bagi kendaraan yang sudah melebihi batas volume pembelian BBM per hari, maka secara sistem tidak akan dapat mengisi kembali.

"Secara sistem akan di-lock, sehingga pompa tidak bisa mengisi lagi di atas itu," katanya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sebelumnya, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Tutuka Adji mengungkapkan, pemerintah belum merealisasikan rencana pembatasan BBM subsidi menurut kriteria kendaraan. Bahkan, kemungkinan besar pembatasan sesuai kriteria tersebut tidak akan diterapkan tahun ini.

Pasalnya menurut Tutuka, pemerintah memikirkan kondisi masyarakat yang baru saja mengalami kenaikan harga BBM. Kendati demikian, pihaknya terus mengkaji kebijakan pembatasan pembelian BBM subsidi yang rencananya akan termuat dalam revisi Perpres Nomor 191 Tahun 2014.

"Kami belum menentukan karena ini harus hati-hati sekali. Itu karena harganya sudah naik, terus dibatasi, saya kira kita harus kaji dulu," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini