Share

Sido Muncul (SIDO) Siap Tebar Dividen, Cek Jadwalnya

Cahya Puteri Abdi Rabbi, Jurnalis · Sabtu 17 September 2022 06:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 17 278 2669324 sido-muncul-sido-siap-tebar-dividen-cek-jadwalnya-Oi9hoTYptz.JPG Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)

JAKARTA - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) menyebut akan membagikan dividen interim kepada para pemegang saham.

Direktur Keuangan SIDO Leonard mengatakan bahwa dividen yang akan dibagikan setara 90% dari total laba bersih.

“Kami berencana membagikan dividen interim. Biasanya antara bulan November atau Desember,” kata Leonard dalam Public Expose Live 2022, Jumat (16/9/2022).

Terkait kinerja perseroan, hingga semester pertama tahun ini, SIDO mencatatkan laba bersih sebesar Rp445,60 miliar dari sebelumnya Rp502 miliar.

 BACA JUGA:Saham SIDO Berkali-Kali ARB, Dirkeu: Ada Shock di Investor

Di samping itu, penjualan perseroan juga merosot 2,58% menjadi Rp1,61 triliun dari sebelumnya sebesar Rp1,65 triliun.

Penjualan jamu herbal dan suplemen turun menjadi Rp988,73 miliar dari sebelumnya sebesar Rp 1,06 triliun. Sedangkan, segmen penjualan makanan dan minuman tumbuh dari Rp526,23 miliar menjadi Rp544,82 miliar, serta segmen produk farmasi naik dari sebelumnya Rp67,09 miliar menjadi Rp78,54 miliar.

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

Untuk meningkatkan kinerja perseroan di semester dua tahun ini, perseroan berupaya untuk mempercepat eksekusi perluasan pasar ekspor ke negara-negara tujuan baru seperti Ghana, Kamerun, Kenya, Vietnam dan Cina.

Perseroan berupaya untuk mempercepat registrasi produk dan peluncurannya.

Selain itu, pada tahun ini SIDO juga akan meluncurkan produk Tolak Angin Care di Malaysia dan produk minuman STMJ di Nigeria.

Di samping itu, SIDO akan berfokus pada program pemasaran dan promosi yang secara langsung memberikan stimulan bagi pelanggan. Hal itu bertujuan untuk menstimulasi permintaan akan produk-produk Sido Muncul.

“Hingga akhir tahun kami yakin pertumbuhannya akan lebih baik dibandingkan kuartal dua. Kami optimistis pasar herbal masih memiliki potensi yang besar,” ujarnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini