Share

Konversi Gas Elpiji 3 Kg ke Kompor Listrik, Kementerian ESDM: Baru Diuji Coba

Rizky Fauzan, MNC Portal · Senin 19 September 2022 10:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 19 320 2670224 konversi-gas-elpiji-3-kg-ke-kompor-listrik-kementerian-esdm-baru-diuji-coba-7X1hH6rj4B.JPG Ilustrasi gas elpiji 3 kg. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan program migrasi kompor gas elpiji ke kompor listrik 1.000 watt sedang diuji coba.

Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana mengatakan bahwa uji coba kompor listrik tersebut dilakukan di dua lokasi.

Masing-masing di 1.000 rumah tangga di Solo dan Bali.

โ€œBelum ada yang dibagikan oleh Pemerintah. Saat ini baru uji coba oleh PLN untuk melihat penerimaan di masyarakat dan memastikan aspek keteknikannya. Termasuk kapasitas kompor yg cocok,โ€ ujar Dadan kepada awak media, Senin (19/9/2022).

ย BACA JUGA:Kementerian ESDM: Industri Pertambangan Bukan Hanya Sekadar Gali Lalu Jual

Dia menuturkan, saat ini PLN sedang menyiapkan jaringan khusus di rumah.

โ€œSaat ini masih dalam perencanaan, dengan memastikan bahwa masyarakat tidak menambah biaya apabila nanti programnya berjalan,โ€ tuturnya.

Sebagaimana diketahui, Menteri ESDM Arifin Tasrif mengutarakan keseriusan pemerintah dalam melakukan program konversi kompor gas berbahan LPG 3 kg menjadi kompor listrik atau kompor induksi.

Namun dia sadar, proses peralihan itu tidak akan bisa berjalan secara instan.

"Diminimalkan (penggunaan LPG 3 kg), tapi ini kan it takes time berapa tahun, supaya kita, mau enggak kita impor barang luar terus, kan gamau kan?" kata Arifin.

Dia membeberkan beban anggaran dalam melakukan subsidi untuk tabung melon terus membengkak.

Sebagai perbandingan, pada 2021 saja realisasi subsidi LPG 3 kg mencapai Rp 67,62 triliun, termasuk kewajiban kurang bayar Rp 3,72 triliun.

Di sisi lain, outlook subsidi BBM dan LPG 3 kg pada tahun ini mencapai angka Rp 149,37 triliun, atau 192,61% dari postur APBN 2022.

Menurut catatan Kementerian Keuangan, lebih dari 90% kenaikan nilai subsidi berasal dari kesenjangan harga jual eceran dengan harga keekonomian LPG 3 kg yang terlampau tinggi.

Sementara untuk 2023 mendatang, pemerintah juga telah usul tambahan anggaran khusus untuk LPG tabung 3 kg sebesar Rp400 miliar, sehingga total nilainya di tahun depan menjadi Rp117,8 triliun.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Menindaki hal itu, Menteri Arifin mengatakan, pemerintah bersama PT PLN (Persero) tengah menggencarkan program konversi dari kompor gas menuju kompor listrik.

Selain transformasi ke kompor listrik, pemerintah tengah mengupayakan proyek gasifikasi batubara menjadi dimethyl ether (DME) menjadi produk pengganti impor gas untuk LPG.

Namun, proyek DME tahun ini baru dimulai dan belum berproduksi. Sehingga suplai energi untuk alat masa rumah tangga mau tidak mau masih harus banyak mengandalkan jaringan gas (jargas).

"Tapi jaringan gas juga ke depannya ini sustain apa enggak sumbernya kita? Untuk itu yang paling gampang kan listrik, matahari kan gratis. Makanya harus sinkron sama buangan emisi dari pembangkitnya, dari alat transportasi," tuturnya.

Sementara itu, Direktur PLN, Darmawan Prasojo, mengklaim migrasi kompor elpiji ke kompor listrik mampu menghemat anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) karena harga keekonomian listrik lebih murah daripada elpiji.

"Dari sampel 23 keluarga penerima manfaat, ada saving APBN sekitar Rp 20 juta per tahun,โ€ kata Darmawan dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR.

PLN menghitung konversi dalam skala lebih besar akan mengehamat APBN Rp 330 miliar per tahun untuk 300 ribu keluarga penerimaan manfaat pada tahun 2022.

Sementara pada program konversi tahun depan yang menyasar 5 juta keluarga penerimaan manfaat, diproyeksikan bisa menghemat Rp5,5 triliun per tahun.

Artinya, kata Darmawan, jika jumlah keluarga penerimaan manfaar mencapai 15,3 juta maka proyeksi penghematan APBN bisa mencapai Rp16,8 triliun per tahun.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini