Share

Pastikan Konversi LPG 3 Kg ke Kompor Listrik, Menteri ESDM: Perlu Waktu

Rizky Fauzan, MNC Portal · Senin 19 September 2022 10:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 19 320 2670236 pastikan-konversi-lpg-3-kg-ke-kompor-listrik-menteri-esdm-perlu-waktu-9x0w8lqs7g.JPG Menteri ESDM Arifin Tasrif. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan keseriusan pemerintah dalam melakukan program konversi kompor gas berbahan LPG 3 kg menjadi kompor listrik atau kompor induksi.

Menurutnya, beban anggaran dalam melakukan subsidi untuk tabung melon terus membengkak.

Sebagai perbandingan, pada 2021 saja realisasi subsidi LPG 3 kg mencapai Rp67,62 triliun, termasuk kewajiban kurang bayar Rp3,72 triliun.

 BACA JUGA:Konversi Gas Elpiji 3 Kg ke Kompor Listrik, Kementerian ESDM: Baru Diuji Coba

Di sisi lain, outlook subsidi BBM dan LPG 3 kg pada tahun ini mencapai angka Rp149,37 triliun, atau 192,61% dari postur APBN 2022.

Menurut catatan Kementerian Keuangan, lebih dari 90% kenaikan nilai subsidi berasal dari kesenjangan harga jual eceran dengan harga keekonomian LPG 3 kg yang terlampau tinggi.

Sementara untuk 2023 mendatang, pemerintah juga telah usul tambahan anggaran khusus untuk LPG tabung 3 kg sebesar Rp400 miliar, sehingga total nilainya di tahun depan menjadi Rp117,8 triliun.

Menteri ESDM mengatakan, pemerintah bersama PT PLN (Persero) tengah menggencarkan program konversi dari kompor gas menuju kompor listrik.

Namun dia sadar, proses peralihan itu tidak akan bisa berjalan secara instan.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

"Diminimalkan (penggunaan LPG 3 kg), tapi ini kan it takes time berapa tahun, supaya kita, mau enggak kita impor barang luar terus, kan gamau kan?" kata Menteri Arifin di Kementerian ESDM, dikutip Senin (19/9/2022).

Selain transformasi ke kompor listrik, dia menyebut pemerintah tengah mengupayakan proyek gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) menjadi produk pengganti impor gas untuk LPG.

Namun, proyek DME tahun ini baru dimulai dan belum berproduksi.

Sehingga suplai energi untuk alat masa rumah tangga mau tidak mau masih harus banyak mengandalkan jaringan gas (jargas).

"Tapi jaringan gas juga kedepannya ini sustain apa enggak sumbernya kita? Untuk itu yang paling gampang kan listrik, matahari kan gratis. Makanya harus sinkron sama buangan emisi dari pembangkitnya, dari alat transportasi," tuturnya.

Sebagaimana diketahui, Kementerian ESDM mengungkapkan program migrasi kompor gas elpiji ke kompor listrik 1.000 watt sedang diuji coba.

Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana mengatakan bahwasanya uji coba kompor listrik tersebut dilakukan di dua lokasi.

Masing-masing di 1.000 rumah tangga di Solo dan Bali.

“Belum ada yang dibagikan oleh Pemerintah. Saat ini baru uji coba oleh PLN untuk melihat penerimaan di masyarakat dan memastikan aspek keteknikannya. Termasuk kapasitas kompor yg cocok,” kata Dadan.

Dia menuturkan, saat ini PLN sedang menyiapkan jaringan khusus di rumah.

“Saat ini masih dalam perencanaan, dengan memastikan bahwa masyarakat tidak menambah biaya apabila nanti programnya berjalan,” tuturnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini