Share

Menteri ESDM dan Menhub Pamer Hasil Konversi Motor BBM ke Listrik

Rizky Fauzan, MNC Portal · Senin 19 September 2022 19:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 19 320 2670802 menteri-esdm-dan-menhub-pamer-hasil-konversi-motor-bbm-ke-listrik-4QPxwoOXcZ.jpg Konversi Motor BBM ke Listrik. (Foto: Okezone.com/MPI)

JAKARTA - Pemerintah memamerkan hasil konversi motor Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi motor listrik. Hal tersebut dilakukan Menteri ESDM Arifin Tasrif dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Arifin Tasrif mengatakan, program konversi masih dalam tahap percontohan. Hingga saat ini sudah ada 120 unit motor yang telah dikonversi menjadi motor listrik.

Baca Juga: 5 Model Motor Listrik Beredar di Indonesia, Bikin Perjalanan Ramah Lingkungan

"Ini masih tahap pilot project, kita sudah ada 120 unit yang dikonversi sekarang ini dan sekarang sedang diuji coba untuk jarak 10.000 km yang sedang diuji coba dalam proses jalan," kata Arifin di Kementerian ESDM Jakarta, Senin (19/9/2022).

Arifin membeberkan, jumlah pengguna motor di Indonesia sekitar 120 juta. Dengan jumlah motor tersebut maka minyak yang digunakan setara 700 ribu barel.

Dengan demikian, penggunaan motor listrik lebih hemat dibanding dengan motor BBM. Jika dengan harga BBM Rp7.650 per liter maka uang dikeluarkan untuk BBM sebesar Rp2,3 juta setahun.

"Tapi kalau pakai motor listrik, listriknya cuma keluar duit Rp580.000," katanya.

Baca Juga: Mengenal Swap Baterai Motor Listrik, Pengendara Wajib Tahu Nih!

Dengan harga BBM Rp10.000 per liter, maka penghematannya akan lebih besar. Pemerintah juga akan mendapatkan manfaatnya berupa penghematan devisa.

"Nah sekarang bagaimana kita bisa mensosialisasikan ini sehingga memang ke depannya masyarakat itu mau mengganti motornya di atas 10 tahun diganti dengan listrik," ujarnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sebagaimana diketahui, Presiden Jokowi mengambil langkah kebijakan strategis menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 tahun 2022 tentang penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai kendaraan dinas operasional dan kendaraan perorangan dinas instansi pemerintah pusat dan pemerintahan daerah. Instruksi itu dikeluarkan dan mulai berlaku pada tanggal 13 September 2022.

Instruksi tersebut ditujukan kepada Para Menteri Kabinet Indonesia Maju, Sekretaris Kabinet, Kepala Staf Kepresidenan, Jaksa Agung, Panglima TNI, Kapolri, para Kepala Lembaga Pemerintah Non-Kementerian, Para Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Negara, dan Para Gubernur, Bupati/Wali Kota.

Penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (battery electric vehicle) sebagai kendaraan dinas operasional dan/atau kendaraan perorangan dinas instansi pemerintah pusat dan pemerintahan daerah dapat dilakukan melalui skema pembelian, sewa, dan/atau konversi kendaraan bermotor bakar menjadi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (battery electric vehicle) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” bunyi bagian ketiga Inpres itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini