Share

Anak Usaha Adaro Energy (ADRO) Kantongi Izin Usaha Tambang hingga 2023

Cahya Puteri Abdi Rabbi, Jurnalis · Selasa 20 September 2022 13:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 20 278 2671230

JAKARTA - Anak usaha PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) yakni, PT Adaro Energy Indonesia (AI) telah mengantongi izin usaha pertambangan khusus (IUPK).

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), izin tersebut merupakan kelanjutan operasi kontrak atau perjanjian dari Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia atas nama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (ESDM) tertanggal 13 September 2022.

“IUPK-KOP diberikan dengan jangka waktu sampai dengan 1 Oktober 2032, dan dapat diperpanjang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” kata Sekretaris Perusahaan ADRO Mahardika Putranto dalam keterbukaan informasi, dikutip Selasa (20/9/2022).

 BACA JUGA:Adaro Minerals (ADMR) Targetkan Produksi Batu Bara Metalurgi Capai 3,3 Juta Ton

Terkait izin yang diberikan, perseroan menyatakan bahwa, tidak ada dampak kejadian, informasi atau fakta material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan.

Baca Juga: 50 Tahun Berkarya, Indomie Konsisten Hidupkan Inspirasi Indomie untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

PT Adaro Indonesia (AI) merupakan operasi penambangan batu bara terbesar dalam Grup Adaro, yang memproduksi produk batu bara utama grup, yakni Envirocoal, batu bara sub-bituminus dengan nilai kalor sedang dan kadar polutan yang amat rendah. AI sendiri memiliki cadangan sebesar 731 juta ton dan sumber daya sebesar 3,3 miliar ton.

Wilayah operasi AI terletak di Kalimantan, dan AI beroperasi di bawah Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) dengan Pemerintah Indonesia. Wilayah konsesi AI terdiri dari tiga tambang, Tutupan, Paringin dan Wara.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini