Share

Menteri ESDM Sebut Indonesia Masih Kaya Cadangan Minyak, Ini Buktinya

Rizky Fauzan, MNC Portal · Rabu 21 September 2022 14:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 21 320 2672000 menteri-esdm-sebut-indonesia-masih-kaya-cadangan-minyak-ini-buktinya-UcnKcbrLbf.JPG Menteri ESDM Arifin Tasrif. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif mengatakan bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah yakni potensi hulu minyak bumi yang masih sangat tinggi.

Menteri ESDM membeberkan negara ini masih memiliki 70 cekungan potensial yang masih belum terjamah untuk ditawarkan kepada investor.

Dengan demikian, Arifin memastikan, pihaknya akan mempercepat eksplorasi di 5 wilayah kerja Indonesia Timur.

 BACA JUGA:Menteri ESDM Minta Kualitas Ekspor Batu Bara Dijaga

"Potensi investasi hulu migas Indonesia masih sangat besar. Kami memiliki 70 cekungan potensial yang belum dijelajahi yang ditawarkan untuk investor. Kami akan mempercepat eksplorasi di 5 wilayah kerja Indonesia Timur, yaitu Buton, Timor, Seram, Aru-Arafura dan West Papua Onshore," kata Arifin dalam pembukaan acara Indonesia Petroleum Association di Jakarta Convention Center, Rabu (21/9/2022).

Langkah tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam membuka peluang investasi di sektor hulu untuk masuk ke Indonesia.

Dia menuturkan pemerintah tengah berupaya mendorong produksi migas dalam negeri salah satunya melalui optimasi produksi yang ada, transformasi sumber daya ke produksi, percepatan Chemical Enhanced Oil Recovery dan eksplorasi besar-besaran untuk penemuan besar serta minyak inkonvensional. dan pengembangan gas.

"Untuk lebih meningkatkan produksi migas, kami akan mengumumkan Putaran Penawaran Minyak Indonesia putaran kedua tahun 2022 yang terdiri dari 5 kandidat penawaran langsung, 1 kandidat penawaran langsung tersedia blok Paus, 1 kandidat tender reguler dan 1 penawaran langsung Kampar Barat ," katanya.

Tidak hanya itu, dia menambahkan pemerintah juga telah melakukan beberapa terobosan kebijakan demi mendorong investasi di sektor hulu.

"Pemerintah telah melakukan beberapa terobosan kebijakan, melalui kontrak fleksibilitas (Cost Recovery PSC atau Gross Split PSC), peningkatan syarat & ketentuan pada putaran penawaran, insentif fiskal/non-fiskal, izin online pengajuan dan penyesuaian regulasi untuk yang tidak konvensional," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini