Share

Bicara Industri Migas, Menko Luhut Ingin Tunjukkan ke Dunia Betapa Menariknya Bisnis di Indonesia

Heri Purnomo, iNews · Rabu 21 September 2022 16:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 21 320 2672122 bicara-industri-migas-menko-luhut-ingin-tunjukkan-ke-dunia-betapa-menariknya-bisnis-di-indonesia-YcXb821URR.JPG Menko Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan peran industri minyak dan gas (migas) menunjukkan kontribusi yang signifikan terhadap pembangunan ekonomi Indonesia.

Hal itu ditunjukkan dengan adanya dukungan perjanjian Paris untuk mencapai emisi nol karbon pada 2050.

"Peran industri ini semakin signifikan dengan menyediakan energi bersih yang sangat dibutuhkan yang membantu kita bertransisi ke lebih banyak energi terbarukan dalam bauran energi," katanya dalam perhelatan IPA Convex di Jakarta, Rabu (21/9/2022).

 BACA JUGA:Luhut Ajak Investasi di 5 Wisata Super Prioritas

Luhut juga mengapresiasi kinerja hulu migas dalam hal ini perusahaan Premier Oil yang baru menemukan lapangan gas baru di lepas pantai Aceh.

Kemudian Pertamina Hulu Rokan yang telah menyelesaikan lebih dari 350 sumur baru dalam waktu satu tahun setelah akuisisi, dan Blok Cepu ExxonMobil yang telah mengebor lebih banyak sumur klastik dan infill.

"Inilah tepatnya yang ingin saya dengar lebih banyak tentang industri ini, lebih banyak penemuan dan lebih banyak aktivitas. Kami ingin menunjukkan kepada dunia betapa menariknya bisnis di Indonesia," ungkapnya.

Luhut mengatakan saat ini Indonesia lebih terbuka terhadap investasi yang akan masuk ke Indonesia dibandingkan pada era sebelumya.

Oleh sebab itu, Luhut mengungkapkan bahwa ketersediaan dan keamanan energi menjadi lebih penting dari sebelumnya.

Di mana peta jalan penurunan emisi per Kontribusi Nasional harus disusun dan dilaksanakan dengan baik untuk mendorong investasi baru, eksplorasi baru, khususnya di Indonesia bagian timur, dan penggunaan teknologi penangkapan karbon di minyak dan gas dan lainnya yang sulit dijangkau. fasilitas dekarbonisasi.

"Dan kami ingin mereka (Industri Migas) tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat Indonesia melalui transfer teknologi dan peningkatan kapasitas, tetapi juga memberikan keuntungan yang baik bagi para investor," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini