Share

Konsorsium Baru Diminta Beli 35% Hak Shell di Proyek Blok Masela

Rizky Fauzan, MNC Portal · Rabu 21 September 2022 17:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 21 320 2672199 konsorsium-baru-diminta-beli-35-hak-shell-di-proyek-blok-masela-c2iKUommEs.jpg Migas. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengatakan bahwa pemerintah telah memastikan akan mendorong konsorsium baru untuk mengambil 35% hak partisipasi proyek Kilang Gas Alam Cair (LNG) Abadi Blok Masela yang ingin dilepas Shell sejak dua tahun lalu itu.

Kepala SKK Dwi Soetjipto menyebut rencananya konsorsium yang akan mengambil alih hak partisipasi alias participating interest (PI) Shell di Blok Masela akan terdiri dari dua hingga tiga perusahaan patungan.

“(Konsorsium) pengganti Shell sebanyak dua atau tiga, dan ini tergantung negosiasi dengan Shell,” katanya saat ditemui di JCC Jakarta, Rabu (21/9/2022).

 BACA JUGA:Jokowi Bentuk Konsorsium Ambil Alih Saham Shell di Blok Masela

Dia berharap pembentukan konsorsium baru untuk pengambilan divestasi Shell dapat rampung seiring dengan revisi Plan of Development (PoD) fasilitas penangkapan, pemanfaatan dan penyimpanan karbon (CCUS) dan Final Investment Decision (FID) yang ditarget rampung masing-masing akhir tahun ini dan 2023 mendatang.

Berdasarkan catatan SKK Migas, revisi PoD CCUS untuk proyek Kilang Gas Alam Cair (LNG) Abadi Blok Masela belakangan akan menambah nilai investasi mencapai USD1,4 miliar.

“Kita yakin paralel konsorsium baru bisa didapat,” bebernya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Sistem Penyaluran BLT BBM yang Dijalankan Sudah Bagus

Adapun sejumlah perusahaan minyak dan gas (Migas) domestik berpotensi untuk membentuk perusahaan patungan untuk mengambil hak partisipasi Shell tersebut.

Selain PT Pertamina (Persero) yang mendapat penugasan, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) belakangan menunjukkan minatnya untuk ikut ambil bagian pada salah satu proyek gas terbesar di dunia tersebut.

"Medco bilang mempertimbangkan kalau bisa masuk 10 persen maksimal,” kata Menteri ESDM Arifin Tasrif.

Arifin mengatakan kementeriannya tengah mendorong inisiatif sejumlah perusahaan migas domestik untuk ikut bergabung ke dalam konsorsium pengambilan divestasi Shell tersebut.

“Tergantung dari konsorsiumnya saja mau bentuknya, ini kan masih 35 persen yang lowong,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini