Share

Wall Street Loyo, Investor Cermati Dampak Kenaikan Suku Bunga The Fed

Antara, Jurnalis · Kamis 22 September 2022 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 22 278 2672435 wall-street-loyo-investor-cermati-dampak-kenaikan-suku-bunga-the-fed-5j2hjcgeFv.jpg Wall Street Melemah. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Bursa saham AS, Wall Street jatuh di akhir perdagangan Rabu. Investor sedang mencerna kenaikan suku bunga Federal Reserve,The Fed yang sangat besar dan komitmennya untuk mempertahankan kenaikan hingga 2023.

Adapun The Fed memutuskan menaikan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin untuk ketiga kalinya ke kisaran 3,00-3,25%.

Kenaikan suku bunga tersebut menjadi sentimen negatif bagi Indeks Dow Jones Industrial Average yang anjlok 522,45 poin atau 1,7% menjadi 30.183,78 poin.

Baca Juga: Wall Street Anjlok Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed

Indeks S&P 500 kehilangan 66 poin atau 1,71% menjadi berakhir di 3.789,93 poin. Indeks Komposit Nasdaq terpangkas 204,86 poin atau 1,79% menjadi ditutup pada 11.220,19 poin.

11 sektor utama S&P 500 ditutup di zona merah. Dipimpin penurunan lebih dari 2,3% pada sektor konsumer non-primer dan jasa-jasa komunikasi.

Ketiga indeks acuan berakhir lebih dari 1,7% dengan indeks Dow membukukan penutupan terendah sejak 17 Juni, serta Nasdaq dan S&P 500, masing-masing, pada titik terendah sejak 1 Juli dan 30 Juni.

Baca Juga: Wall Street Menguat Dipicu Pertemuan Investor dengan The Fed

Pada akhirnya The Fed menaikkan suku bunga kebijakan sebesar 75 basis poin untuk ketiga kalinya ke kisaran 3,00-3,25%. Sebagian besar pelaku pasar memperkirakan peningkatan seperti itu, dengan hanya peluang 21 persen untuk kenaikan suku bunga 100 basis poin yang terlihat sebelum pengumuman.

Namun, pembuat kebijakan juga mengisyaratkan kenaikan yang lebih besar dalam proyeksi baru yang menunjukkan suku bunga kebijakannya naik menjadi 4,40% di akhir tahun ini sebelum mencapai 4,60% pada 2023.

Ini naik dari proyeksi pada Juni masing-masing sebesar 3,4% dan 3,8%. Demikian dikutip dari Antara, Kamis (23/9/2022).

Pemotongan suku bunga tidak diperkirakan sampai 2024, bank sentral menambahkan, menghancurkan harapan investor yang luar biasa bahwa Fed memperkirakan inflasi terkendali dalam waktu dekat. Ukuran inflasi yang disukai The Fed sekarang diperkirakan perlahan kembali ke target 2,0% pada 2025.

Dalam konferensi persnya, Ketua Fed Jerome Powell mengatakan bahwa pejabat Bank Sentral AS "sangat bertekad" untuk menurunkan inflasi dari level tertinggi dalam empat dekade dan akan terus melakukannya sampai pekerjaan selesai.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini