Share

Buka Perdagangan Saham di Wall Street, Menko Luhut: Pengalaman Tak Terlupakan

Heri Purnomo, iNews · Kamis 22 September 2022 11:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 22 278 2672641 buka-perdagangan-saham-di-wall-street-menko-luhut-pengalaman-tak-terlupakan-cbaO34y7eZ.jpg Luhut buka perdagangan di Bursa Saham AS (Foto: Instagram)

JAKARTA – Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan membuka perdagangan Bursa Saham Amerika Serikat (New York Stock Exchange/NYSE) atau Wall Street pada 21 September 2022. Luhut mengaku bangga dan tidak akan melupakan pengalaman membuka perdagangan Wall Street.

Hal itu diungkapkan Luhut dalam instagram pribadinya. Dia membagikan momen menekan bel, ditandakannya perdagangan Bursa Saham Amerika Serikat (New York Stock Exchange/NYSE) atau Wall Street.

"Kemarin, adalah pengalaman yang tak terlupakan bagi saya di sela-sela kunjungan kerja ke Amerika Serikat selama beberapa hari. Untuk pertama kalinya saya berkesempatan menekan bel New York Stock Exchange (NYSE) tepat pada pukul 09.30 waktu New York bersama dengan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat dan para delegasi," dikutip dari instagram pribadinya @luhut.padjaitan, Kamis (22/9/2022).

"Biasanya mereka yang berdiri di atas podium penekanan bel ini adalah sosok eksekutif perusahaan atau bahkan selebriti ternama dunia, tapi kali ini kesempatan itu diberikan kepada seorang mantan prajurit lulusan lembah tidar yang mendapatkan kehormatan luar biasa," tambahnya.

Penekanan bel ini menandai dimulainya transaksi "stock market" dunia yang nilainya kira-kira mencapai USD20 miliar dalam setiap hari perdagangannya, penekanan bel ini juga disaksikan setidaknya 170 juta pasang mata di seluruh dunia.

Seremonial yang digelar tepat menghadap ke lantai perdagangan utama "big board" ini rutin diadakan oleh NYSE setidaknya sejak 1995. Selebrasi ini dilakukan untuk mengajak banyak perusahaan agar berlomba-lomba mencatatkan saham mereka di NYSE, atau sekedar untuk merayakan hari jadi perusahaan dan mempromosikan produk baru mereka.

"Tentunya dengan imbalan bahwa mereka akan diliput langsung oleh berbagai stasiun televisi yang langganan meliput secara langsung "The Opening Bell", begitulah mereka menyebutnya disana," tulisnya.

Luhut mengungkapkan bahwa diperkirakan nilai jual acara ini mencapai US$ 2,5 juta per tahunnya atau bahkan lebih. Secara historis, momen ini adalah ikon pembukaan dan penutupan perdagangan yang luar biasa sekaligus juga menjadi pengalaman yang amat berkesan bagi saya pribadi.

"Saya juga berharap masyarakat Indonesia ikut merasakan kebanggaan karena hari ini dapat melihat bendera merah putih berkibar di sudut-sudut NYSE dan juga halaman depan kantor mereka yang megah ini. Semoga momentum ini menjadi tonggak kebangkitan perekonomian bangsa ini, dimana ke depannya akan banyak perusahaan Indonesia semakin diperhitungkan di pasar global," katanya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini