Share

Naik Terlalu Tajam, Saham Pelangi Indah (PICO) Dipantau BEI

Anggie Ariesta, Jurnalis · Selasa 27 September 2022 09:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 27 278 2675620 naik-terlalu-tajam-saham-pelangi-indah-pico-dipantau-bei-GqgfEkgPkj.jpg Saham PICO dipantau ketat BEI (Foto: Okezone)

JAKARTA – Saham PT Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO) dipantau ketat oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham PICO masuk saham dalam radar pantauan akibat adanya peningkatan harga saham yang di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA).

Diketahui, emiten yang bergerak dalam bidang produsen kemasan logam ini menunjukkan gerak saham yang menguat secara signifikan dengan naik 29,55% pada 5 hari terakhir perdagangan. Bahkan, saham PICO pada penutupan Senin (26/9/2022) juga menguat 24,59% di level 456.

"Dengan ini kami menginformasikan adanya peningkatan harga saham PICO yang di luar kebiasaan yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity)," tulis surat yang ditandatangani Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Lidia M. Panjaitan dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan Pande Made Kusuma Ari A., dikutip Selasa (27/9/2022).

Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal.

Informasi terakhir mengenai PICO adalah informasi tanggal 7 September 2022 yang dipublikasikan melalui website BEI terkait laporan bulanan registrasi pemegang efek.

Baca Juga: 50 Tahun Berkarya, Indomie Konsisten Hidupkan Inspirasi Indomie untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

"Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham PICO tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," tulis direksi bursa.

Oleh karena itu para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action Perusahaan Tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini