Share

Pertamina Uji Lab Pertalite Usai Dituding Lebih Boros, Ini Hasilnya

Risky Fauzan, iNews · Selasa 27 September 2022 17:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 27 320 2676068 pertamina-uji-lab-pertalite-usai-dituding-lebih-boros-ini-hasilnya-OTn3zBalYi.jpg BBM Pertalite (Foto: Okezone)

JAKARTA - Warga mengeluh terkait bahan bakar minyak alias BBM jenis Pertalite (RON 90) lebih boros setelah harganya naik menjadi Rp 10.000/liter.

BBM jenis Pertalite menjadi buah bibir di masyarakat setelah harganya naik. Banyak netizen menyebut, Pertalite mengalami perubahan warna dan cenderung lebih keruh hingga lebih boros.

Terkait hal ini, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting menyebut jika warna BBM tidak berpengaruh terhadap performa.

"Tadi Pertalite yang sudah kita simpan sampelnya satu tahun lebih warnanya tidak berubah memang ada warna kehijauan seperti itu jadi itu contoh sampelnya yang sesuai warnanya dan kami tegaskan juga bahwa warna itu tidak berimplikasi terhadap performa atau spesifikasi dari BBM itu sendiri," kata Irto di Integrated Terminal Plumpang, Jakarta Utara, Selasa (27/9/2022).

Dia menuturkan, sampel Pertalite yang sudah disimpan selama satu tahun dan tidak mengalami pengurangan. Ini sekaligus menepis anggapan yang menyebut Pertalite lebih boros dan cepat menguap.

Sementara itu, Eksekutif GM Regional Jawa Bagian Barat, Waljiyanto berpendapat, yang membuat Pertalite terasa lebih boros lebih kepada faktor psikologis.

“Dulu kan orang patokannya beli literan. Biasa harga segitu dapat satu liter, kemudian sekarang beda takarannya, secara psikologis ngerasa lebih boros," ungkapnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Irto menjamin BBM yang didistribusikan ke masyarakat sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan pemerintah. Di luar itu, ada regulator yang melakukan sampling secara acak.

"Regulator melakukan hal yang sama, dari Migas, melakukan sampling bahkan diam-diam. Sampling dilakukan secara random dari SPBU. diuji untuk sampelnya, dan itu disimpan di regulator. Untuk itu kami tidak berani, atau lari dari spek yang ditentukan pemerintah," sambungnya.

Dia menambahkan warna BBM bisa menjadi pembeda. Artinya, masyarakat akan tau mana yang disebut Pertamax, Pertalite, Pertamax Turbo, dan lain-lain.

Sebagaimana diketahui, Anggota Komite BPH Migas Saleh Abdurrahman mengatakan bahwa semua produk BBM yang di pasar mengikuti spesifikasi yang diatur oleh pemerintah. Menurut dia, seharusnya sesuai dengan penggunaan.

“Saya tidak ada perubahan terhadap spesifikasi produk Pertalite yang dijual pertamina, sudah ada ketentuan yg dikeluarkan ditjen migas,” kata Saleh saat dihubungi MNC Portal, Selasa (27/9/2022).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini