Share

PMN Kereta Cepat Jakarta-Bandung Belum Cair, Ini Alasannya

Suparjo Ramalan, iNews · Kamis 29 September 2022 14:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 29 320 2677422 pmn-kereta-cepat-jakarta-bandung-belum-cair-ini-alasannya-LtnWAhOC60.jpg Kereta Cepat Jakarta-Bandung. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah dan DPR RI belum menetapkan nominal Penyertaan Modal Negara (PMN) yang nantinya dialokasikan untuk program Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

Padahal dana tersebut dibutuhkan untuk menambal pembengkakan biaya (cost overrun) proyek sebesar USD1,176 miliar.

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga menyebut PMN untuk KCJB akan ditetapkan usai Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyodorkan hasil audit keduabya perihal cost overrun proyek strategi nasional (PSN) itu.

 BACA JUGA:Biaya Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak, Wamen BUMN: Butuh PMN Rp3,2 Triliun

Usai audit kedua BPKP, Komite KCJB, DPR RI, dan pemerintah akan melakukan pembahasan untuk menetapkan besaran dana yang dibutuhkan.

"Kan uda keluar nih dari BPKP (audit pertama cost overrun), (audit kedua belum?) Makanya ditunggu, setelah itu keluar baru ada keputusan, Komite KCJB akan memutuskan berapa yang sebenarnya dibutuhkan," ujar Arya saat acara Ngopi BUMN, Kamis (29/9/2022).

Kereta Cepat Jakarta-bandung diperkirakan memerlukan PMN sebesar Rp3,2 triliun. Dana tersebut untuk menutupi pembengkakan biaya senilai USD1,176 miliar.

 div class="vicon">

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Hal tersebut dikonfirmasi langsung Wakil Menteri BUMN II, kartiko wirjoatmodjo atau Tiko.

Menurutnya, kebutuhan proyek KCJB yang bersumber dari PMN sebesar Rp3,2 triliun.

"Kebutuhan PMN dari pemerintah mungkin sekitar Rp3,2 triliun kurang lebih," ungkap Tiko saat ditemui di gedung Sarinah, Rabu kemarin.

Tiko mencatat anggaran proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung akan ditambal dari pinjaman (loan) atau utang di perbankan dan PMN.

Untuk pinjaman dialokasikan untuk menambal 75% dari total pembengkakan anggaran proyek strategi nasional tersebut.

Sementara, 25% dari total cost overrun ditutupi oleh oleh konsorsium Indonesia yakni PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan konsorsium China Railway International Co. Ltd. Salah satunya melalui PMN yang nantinya diberikan kepada PT KAI (Persero).

"Jadi cost overrun kan kita sedang audit BPKP kan, kita minggu depan ada rapat komite, ya kita biayailah ada dari PMN yang melalui Perpres, sama dari pinjaman juga, kita sedang skemakan," tuturnya.

Tiko menjelaskan porsi ekuitas sebesar 25% sebagiannya memang berasal dari PMN.

Sebelumnya, direncanakan menggunakan anggaran dari PT Wijaya Karya (Persero) atau WIKA dan KAI, selaku anggota PSBI. Lantaran keuangan kedua perusahaan negara itu bermasalah karena Covid-19, maka dialihkan ke PMN.

"Jadi porsi ekuitas 25% itu memang kita PMN, tadinya memang tidak PMN, tadinya pakai uang WIKA dan KAU, karena covid KAI juga bermasalah, kita perkuat KAI-nya," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini