Share

Perusahaan Afiliasi BUMN Ramaikan IPO di 2022

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Jum'at 30 September 2022 15:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 30 278 2678196 perusahaan-afiliasi-bumn-ramaikan-ipo-di-2022-jbYEUS2zhE.jpg Melantai di Bursa (Foto: Okezone)

JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan ada satu perusahaan terafiliasi BUMN yang masuk dalam pipeline IPO,

β€œDari 35 calon perusahaan tercatat dalam pipeline pencatatan saham, terdapat perusahaan afiliasi BUMN,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna di Jakarta, Jumat (30/9/2022).

Disampaikannya, dalam dua tahun terakhir, perusahaan terafiliasi dengan BUMN yang telah mencatatkan sahamnya di BEI, selain PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), juga ada PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP).

Ke depan, lanjut Yetna, diharapkan semakin banyak perusahaan termasuk BUMN dan entitas anak yang memanfaatkan pasar modal Indonesia untuk mendukung pertumbuhannya.

Sementara itu, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merencanakan 14 perusahaan di bawah naungannya untuk melepas saham di Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan dokumen Kementerian BUMN, ada 14 perusahaan yang masuk ke dalam pipeline rencana initial public offering (IPO). Sebelumnya, Kementerian BUMN menyiapkan dua anak usaha BUMN untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun ini.

Dua anak usaha ini digadang-gadang akan mengeluarkan penawaran umum perdana dengan dana jumbo.

Wakil Menteri BUMN, Pahala Nugraha Mansury menuturkan, telah menargetkan penawaran umum perdana atau IPO BUMN dan anak usahanya hingga 14 perusahaan dalam 4 tahun ke depan.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Kementerian BUMN menargetkan ada dua IPO jumbo yang akan dilaksanakan oleh dua anak usaha BUMN. Kedua anak usaha tersebut yakni anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM), PT Dayamitra Telekomunikasi atau mitratel dan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE).

"Sebelum IPO, PGE dan akan penggabungan dengan geothermal lainnya yang saat ini dimiliki PLN dan juga Geo Dipa. Jadi saat ini untuk geothermal fokus kami melakukan konsolidasi melihat kemungkinan menggabungkan aset-aset geothermal," jelasnya.

Penggabungan aset-aset geothermal milik tiga BUMN yakni PT Pertamina Geothermal Energy, PT PLN Gas dan Geothermal, dan PT Geo Dipa Energy (Persero) mencakup yang ada di pengelolaan wilayah kerja geothermal sendiri ataupun pembangkit yang terkait geothermal.

Asal tahu saja, performa perusahaan BUMN rata-rata naik sejak masuk menjadi emiten di bursa melalui mekanisme penawaran umum perdana saham atau IPO.

Saat ini sudah tercatat 15 BUMN dan 21 anak BUMN, di mana dari 20 besar kapitalisasi pasar seluruh perusahaan yang tercatat di BEI terdapat 5 BUMN dan anak BUMN yang masuk ke dalam daftar tersebut. Di mana secara fundamental, perusahaan-perusahaan tercatat BUMN dan anak BUMN mencatatkan kinerja keuangan yang baik.

Sejak IPO, rata-rata perusahaan mencatatkan kenaikan performa yang cukup signifikan dari sisi pertumbuhan aset, pendapatan dan juga laba bersih.

Selain sisi fundamental, kinerja emiten BUMN juga tercermin dari valuasi perusahaan-perusahaan tersebut di pasar, dimana rata-rata perusahaan tercatat BUMN dan anak BUMN mencatatkan valuasi yang terus bertumbuh secara jangka panjang sejak IPO.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini