Share

Pelemahan Rupiah Ancam Utang Perusahaan Swasta?

Kurniasih Miftakhul Jannah, Okezone · Minggu 02 Oktober 2022 08:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 02 320 2679009 pelemahan-rupiah-ancam-utang-perusahaan-swasta-syuzfTS7m3.JPG Rupiah. (Foto: Freepik)

BALI - Pelemahan rupiah dikhawatirkan berdampak pada utang valuta asing perusahaan swasta alias Utang Luar Negeri (ULN).

Nilai tukar rupiah belakangan ini mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Di mana, rupiah pada perdagangan Jumat sore ditutup di level Rp15.227 per USD.

Melemahnya rupiah dikhawatirkan berdampak pada Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), Posisi ULN Indonesia pada akhir Juli 2022 tercatat sebesar USD400,4 miliar.

 BACA JUGA:Rupiah Tembus Rp15.200/USD, Bakal Pengaruhi Utang Luar Negeri RI?

Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Wahyu Agung Nugroho mengatakan ULN swasta saat ini didominasi utang jangka panjang.

Dengan begitu, pelemahan rupiah tidak begitu berdampak pada ULN swasta.

"Utang swasta dari strukturnya lebih banyak jangka panjang dan kami selalu pantau," kata dia, Minggu (2/10/2022).

Bahkan, Wahyu memastikan BI akan menegur perusahaan swasta yang tidak memenuhi ketentuan lindung nilai (hedging).

Berdasarkan ketentuan, BI mewajibkan hedging paling sedikit 25% antara aset valuta asing minum kewajiban valas bagi ULN korporasi.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Tak cuma itu, sebelum mengantongi ULN, korporasi juga harus mendapatkan peringkat minimum double B minus (BB-) dari lembaga pemeringkat kredit.

"Kita pantau dan menegur perusahaan apabila tidak memenuhi kewabibannya termasuk kewajiban hedging, ada perusahaan yang punya utang valas itu wajib hedging ini bisa bikin eksporur utang swasta terhadap depresiasi swasata relatif kecil," imbuhnya.

Di tempat yang sama, Kepala Departemen Komunikasi Erwin Haryono memastikan bahwa utang Indonesia aman meskipun Rupiah mengalami pelemahan.

Menurutnya, porsi ULN yang ada saat ini lebih banyak utang jangka panjang.

"Utang kita aman, utang pemerintah aman, statistik utang kita aman, jangka panjang jauh lebih aman dari pada utang jangka pendek," kata Erwin.

Dia juga menyebut pengelolaan utang Indonesia saat ini jauh lebih baik. Sebagai gambaran, pada krisis 1998 pemerintah tidak memiliki catatan yang jelas mengenai porsi utang.

"1998 waktu krisis kita bahkan tidak tau utang kita berapa, porsi utang kita berapa, statistik kita sekarang lebih baik, posisi ULN kita aman," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini