Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenapa Elon Musk Tak Kunjung Bangun Pabrik Tesla di Indonesia?

Khairunnisa , Jurnalis-Jum'at, 07 Oktober 2022 |05:06 WIB
Kenapa Elon Musk Tak Kunjung Bangun Pabrik Tesla di Indonesia?
Pabrik tesla belum dibangun (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Rencana Tesla mendirikan pabrik di indonesia hingga saat ini belum terealisasikan. Direktur Eksekutif Certer of Economi and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menanggapi hal tersebut menurutnya, alasan mengapa Tesla Elon Musk tidak ingin membangun pabrik kendaraan listrik di Indonesia karena sektor hulu yang masih bergantung pada batu bara.

Bhima mengatakan, Kamis (6/10/2022), itulah mengapa Tesla malas bikin pabrik di indonesia, karena dia bingung, kenapa dia harus mempertanggungjawabkan pembiayaan yang basisnya ada standar ESG.

Dia menilai, Tesla akan sulit dalam mendapatkan pembiayaan untuk operasional jika supply chain masih bermasalah. Bhima menjelaskan, bauran data Kementeraian ESDM menyebut, sebelum pandemi hingga saat ini tidak ada perubahan yang signifikan.

Dia menjelaskan, 60,5% bauran energi primer pembangkit listrik masih berasal dari batu bara, dan 80% lebih masih dari fosil. Atau secara garis besar, bauran energi primer dari EBT masih 12,3%.

“Tesla akan sulit mendapatkan pembiayaan untuk operational ketika supply chain masih bermasalah, terutama soal lingkungan. Itu membuat banyak perusahaan di ekosistem mobil listrik dan baterai ragu berinvestasi di Indonesia,” lanjut dia.

Bhima menuturkan, bauran energi yang bergantung dari batu bara menyebabkan keuangan PLN sempat mengalami masalah. Hal ini karena PLN harus menanggung oversupply dari pembangkit listrik yang dominasinya adalah batu bara.

Ketika harga batu bara mengalami kenaikan, menyebabkan risiko terjadinya black out listrik, karena eksportir batu bara lebih memilih menjual batu bara ke pasar ekspor dibangingkan mensupply kepada PLN.

“Jadi, itu faktanya kita enggak bisa move on dari batu bara. Tidak ada strategi untuk menurunkan oversupply listrik. Disuruh belu mobil listrik, kompor listrik padahal di hulunya tidak ada perbaikan yang signifikan,” tutur dia.

Di sisi lain, fluktuasi harga batu bara dinilai bisa sebabkan pencemaran lingkungan, dimana industri masa depan seperti baterai dan kendaraan listrik bersih, ternyata energi primernya masih bersumber dari PLTU batu bara.

“Jadi seolah hilirnya mau dibersihkan, Tranjakarta pakai bus listrik, perntanyaannya adalah listriknya bersumber dari mana? Dari batu bara juga, dari BBM juga, dan dari diesel, maka enggak komperhensif,” bebernya.

Dengan ekosistem tersebut, Bhima khawatir akan terjadi masalah di belakang hari, utamanya pada daerah-daerah tempat pembuatan kendaraan listrik. Seperti misalkan di Sulawesi, dimana asal bahan baku kendaraan listrik diproduksi.

Baca Selengkapnya: Elon Musk Tak Kunjung Bangun Pabrik Tesla di Indonesia, Ada Apa?

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement