Share

Intip Besarnya Potensi Bisnis Ikan Hias di Indonesia

Shelma Rachmahyanti, MNC Media · Jum'at 07 Oktober 2022 15:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 07 455 2682681 intip-besarnya-potensi-bisnis-ikan-hias-di-indonesia-SvACCOkgbQ.jpg Bisnis Ikan Hias. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengungkapkan bahwa kewirausahaan yang bersandar pada keunggulan dan kekuatan sendiri merupakan resep bagi resilensi ekonomi negara.

"Meminimalkan ketergantungan dari sumber daya negara lain akan meningkatkan daya saing produk dalam negeri di pasar global," ujar Teten saat bertemu dengan startup digital besutan Dian Rachmawan, Jakarta, Jumat (7/10/2022).

Baca Juga: Mantan Pramugari Banting Setir Jadi Pengusaha Rumah Makan

Dian Rachmawan melihat peluang untuk mengembangkan potensi ekonomi kerakyatan. Pemulihan pandemi menawarkan kesempatan peningkatan daya-saing bagi UMKM dengan belajar bagaimana cara mengadopsi teknologi digital dan e-commerce, namun hampir mustahil pelaku UMKM membangun e-Commerce sendiri-sendiri, melengkapi diri dengan fasilitas Instalasi karantina ikan supaya bisa mampu ekspor.

“Kita sedang hidup di peradaban internet. Zaman internet telah membuktikan keberhasilan terobosan konsep ekonomi berbagi (sharing economy) ketimbang konsep ekonomi berbasis kepemilikan. UMKM yang kecil namun banyak bersatu dalam naungan satu Marketplace- bernama KALIKAN, Insya Allah akan mendorong pertumbuhan inklusif ekonomi Indonesia,” ujar Dian yang mendirikan startup KALIKAN.

Baca Juga: Daftar 5 Orang Terkaya di Indonesia Berkat Bisnis Batu Bara

Dia menerakan, starup yang didirikan hanya berhubungan dengan ikan hias air tawar, bukan air laut, melainkan ikan sungai atau danau, ikan kali. Indonesia juga sebagai sumber daya genetik ikan air tawar terbesar kedua di dunia dengan 1.300 spesies.

“Ekonomi ikan hias ini adalah ekonomi kerakyatan, mampu memberikan lapangan kerja yang masif mulai dari petani, penjual sampai tukang pembersih akuarium, membangunkan lahan-lahan tidur yang tidak produktif, menciptakan usaha-usaha turunan seperti pakan ulat, jangkrik, akuascape, tanaman hias, kerajinan akuarium," ujarnya.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Sebagai informasi, Industri akuarium booming pada masa pandemi yang lalu menciptakan lifestyle baru, jumlah penghobi ikan hias makin meningkat.

Pasar global industri ikan hias bernilai USD13,17 miliar atau Rp200 triliun lebih pada 2020. Tidak hanya pasar global, pasar domestik pun menjanjikan demand yang besar.

Jika di Amerika, 14,7 juta rumah atau 1 dari 9 rumah memiliki ikan peliharaan, maka dengan rasio yang sama, ada 8 juta rumah di Indonesia yang memelihara ikan hias.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini