Share

Puluhan Ribu Driver Ojol Kirim Surat ke Menhub, Apa Isinya?

Shelma Rachmahyanti, MNC Media · Sabtu 08 Oktober 2022 13:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 08 320 2683126 puluhan-ribu-driver-ojol-kirim-surat-ke-menhub-apa-isinya-oboGPZX5Pm.jpg Ojek Online (Foto: Okezone)

JAKARTA - Puluhan ribu driver ojek online (ojol) mengirim surat ke Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Surat ini perihal kenaikan tarif ojol.

Puluhan driver ojol ini mewakili ratusan komunitas di seluruh Indonesia puas dengan tarif saat ini, lantaran turut membantu mereka menghadapi kenaikan harga sembako dan kenaikan harga bahan bakar minyak.

Dalam suratnya ke Kemenhub, perwakilan mitra driver ojol juga meminta aplikator untuk terus melakukan peningkatan layanan dan berbagai program promo agar meningkatkan orderan. Yang tentunya berbanding lurus dan mempengaruhi peningkatan penghasilan mereka.

"Kita ucapin terimakasih kepada pemerintah yang mengatur kenaikan tarif ini, tentu kenaikan ini berdampak positif, apalagi BBM juga naik," kata Ketua Umum Komunitas GDB Depok, Firmansyah dalam keterangan tertulis, Jakarta, Sabtu (8/10/2022).

Selain memberi apresiasi kepada Kemenhub, para komunitas driver ojol itu juga menilai bahwa, kehadiran Grab, Gojek dan aplikasi ride hailing lainnya, telah membantu mereka memperkuat ekonomi keluarga, bahkan membantu mereka untuk membiayai pendidikan anak-anak hingga ke jenjang perguruan tinggi.

"Tentu, ini meningkatkan ekonomi keluarga, karena kenaikan tarif ini sudah cukup baik ya," kata Firmansyah.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Hal lain yang juga menjadi sorotan komunitas driver ojol, terkait keberadaan kelompok yang sering menyebur asosiasi dan sering berdiskusi dengan pemerintah. Padahal, mereka tidak mewakili keberadaan sebagian besar driver ojol yang tersebar di berbagai daerah.

Para driver ojol yang tergabung dalam komunitas, berharap melalui surat yang dikirimkan ke Kemenhub tersebut, membuat pemerintah mau lebih mendengarkan aspirasi para driver ojol aktif yang hanya ingin bekerja dan meminta aturan yang sudah berjalan tersebut dilaksanakan dengan baik. Mereka berharap Pemerintah bisa mempertimbangkan curhatan yang disampaikan melalui surat ini.

Diketahui, Komunitas Single Fighter Indonesia dari Jawa Barat, Komunitas The Legend dari Makassar, dan Komunitas GDB dari Depok yang menaungi ribuan driver ojol, mengatakan bahwa mereka semakin semangat dan fokus saja untuk mencari pundi-pundi penghasilan di jalanan.

Gustika Aviandi dari Komunitas Wong Edan di Jakarta yang sejak 2016 menjadi driver menilai, komisi atau biaya sewa aplikasi sebesar 20%, saat ini sudah dirasa fair. Bahkan, ia khawatir, jika dikurangi malah akan mengurangi manfaat yang mereka dapat. Oleh karena itu, dia dan komunitasnya tak ingin besaran komisi yang berlaku saat ini, berubah komposisinya.

"Saya pribadi tidak masalah. Sehari bisa bawa pulang bersih Rp250 ribu, saya keluar pagi sampai malam. Ya, kalau mau lebih giat lagi, bisa sampai Rp400 ribu, itu bersih. Karena semua layanan itu dinyalain," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini