Kemudian, sekitar 90% dari sisa dana IPO akan digunakan untuk modal kerja, dan sekitar 10% akan digunakan untuk operasional.
Dengan rincian, penggunaan dana sebagai modal kerja terdiri dari pembayaran kepada kontraktor atas pekerjaan project Metropolis condotel, pembayaran kepada kontraktor atas pekerjaan project BSB Beach Apartment, serta pembayaran kepada kontraktor atas pekerjaan project the Mansion Apartment.
Lalu, penggunaan dana untuk operasional terdiri dari, pembayaran atas biaya pemeliharan gedung mall E-walk, biaya atas program pemasaran, serta biaya pemeliharaan atas mesin dan peralatan.
“Sementara, sebesar Rp200 miliar dari dana yang diperoleh dari pelaksanaan waran seri I, akan digunakan untuk pembayaran utang ke PT BPD Kalimatan Timur dan Kalimantan Utara, serta sisa dana yang diperoleh akan digunakan untuk modal kerja perseroan,” lanjut manajemen.
Wulandari Bangun Laksana dijadwalkan melantai di bursa pada 3 November 2022. Sementara itu, perseroan telah memulai periode penawaran awalnya pada 10 Oktober hingga 17 Oktober 2022.
Tanggal efektif diperkirakan akan didapat pada 26 Oktober 2022. Kemudian, masa penawaran umum akan digelar pada 28 Oktober hingga 1 November 2022. Lalu, tanggal penjatahan dan distribusi secara elektronik akan berlangsung pada 2 November 2022.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.