Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Efek Kendaraan Listrik, Permintaan Baterai Lithium Dunia Akan Naik Luar Biasa

Rizky Fauzan , Jurnalis-Rabu, 12 Oktober 2022 |10:23 WIB
Efek Kendaraan Listrik, Permintaan Baterai Lithium Dunia Akan Naik Luar Biasa
Permintaan baterai kendaraan listrik akan meningkat tajam (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian ESDM memproyeksikan permintaan baterai kendaraan listrik domestik mencapai 59,1 gigawatt per hour (GWh) pada 2035. Hal ini seiring dengan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik di dunia.

Namun demikian, perkiraan permintaan domestik itu masih relatif kecil jika dibandingkan dengan bisnis baterai dunia yang diproyeksikan menembus di angka 5.300 GWh.

“Pada 2035 nanti permintaan baterai lithium dunia menjadi 5.300 GWh lompatannya luar biasa, sebaliknya permintaan di dalam negeri sekitar 59,1 GWh,” kata Staf Khusus Menteri ESDM Agus Tjahajana dikutip Rabu (12/10/2022).

Agus membeberkan bahwa pertumbuhan permintaan baterai listrik domestik itu hanya sekitar 1,1 persen jika dibandingkan dengan potensi perdagangan baterai dunia hingga 2035 mendatang.

“Walaupun permintaan domestik masih terbatas, namun Indonesia bisa diperhitungkan dalam industri baterai dunia lewat kemitraan dengan pemain-pemain global untuk dapatkan pasar, teknologi serta pengalaman,” kata dia.

Sebagaimana diketahui, PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) memperkirakan permintaan mobil dan motor listrik masing-masing bakal tembus di angka 400.000 unit dan 1,2 juta unit atau tumbuh sampai 4 kali lipat pada 2025 mendatang. Sementara itu, IBC belakangan masih mencari investor prospektif untuk membangun industri pembentuk komponen sel baterai yang belum dapat diproduksi di dalam negeri seperti anoda, elektrolit, selubung dan separator.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement